Sabtu 10 Juni 2017, 16:32 WIB

Konflik Qatar Berpotensi Ciptakan Pasar Makanan Baru

Surya Perkasa | Ekonomi
Konflik Qatar Berpotensi Ciptakan Pasar Makanan Baru

AFP

 

KONFLIK teluk yang menyasar Qatar membuat negara tersebut mengalami krisis makanan. Hal ini disebabkan disebabkan oleh blokade yang dilakukan oleh negara Arab Saudi cs.

Pakar politik Islam UIN Jakarta Ali Munhanif menyebut krisis pangan ini menjadi potensi pasar makanan baru bagi negara lain.

"Krisis ini sebenarnya membuka peluang negara penghasil produk (makanan) olahan. Karena produk ini sangat mereka butuhkan," kata Ali dalam diskusi Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (10/6).

Selama ini kebutuhan pangan Qatar sangat tergantung dengan negara-negara sekitar. Namun dengan diputusnya hubungan diplomatik dan penutupan jalur perbatasan membuat mereka kesulitan.

Potensi ini sudah dilihat oleh Iran dan Turki. Mereka menyatakan akan membantu Qatar bantuan pasokan makanan bagi negara berpenduduk 2,6 juta jiwa tersebut.

Indonesia walau kini memilih untuk netral dan tidak terlibat, seharusnya mempertimbangkan potensi pasar pangan baru yang tercipta dari konflik teluk.

"Ini saat negara lain menawarkan bantuan (pasokan), termasuk Indonesia," kata Ali. (MTVN/OL-6)

Baca Juga

Antara/Jessica Helena Wuysang.

Barantan Terapkan Layanan Terpadu untuk Genjot Ekspor Pertanian

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 17:08 WIB
Layanan teritegrasi, termasuk dengan instansi eksternal, itu dilakukan melalui Badan Karantina Pertanian...
Antara

RI Ingin Tekan Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Hingga Rp281,9 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 September 2022, 16:49 WIB
Dalam pembangunan rendah karbon, pemerintah memiliki lima strategi untuk digencarkan. Seperti, penanganan limbah, ekonomi sirkular dan...
MI/Susanto

Anggota Komisi IX Minta Kemnaker Bertanggungjawab Atas Kasus PMI di Inggris

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 16:29 WIB
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago meminta Kemnaker ikut bertanggungjawab dengan permasalahan jerat utang dan penempatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya