Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua orang atlet pencak silat dari STMIK Nusa Mandiri berhasil membawa pulang dua mendali emas dari kejuaraan pencak silat Tanah Kujang Championship 2019 yang bertempat di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Selasa (30/7).
Adapun dua orang atlet dari kontingen STMIK Nusa Mandiri tersebut yang meraih medali emas yakni mahasiswa aktif Faozi Latif dari STMIK Nusa Mandiri Kampus Cengkareng untuk kategori tanding putra dewasa dan Rofiq Adi Saputra dari STMIK Nusa Mandiri Kampus Ciledug kategori seni tunggal putra dewasa.
“Peserta yang ikut dalam kejuaraan ini kurang lebih hampir 800 atlet pencak silat dari berbagai usia dari usia dini sampai dengan usia dewasa, serta mempertandingkan dua kategori laga yang terdiri dari nomor tanding dan seni baik tunggal, ganda, maupun berregu” jelas Faozi.
Faozi memaparkan bahwa kejuaraan yang digelar pada 27-28 Juli 2019 tersebut juga memperebutkan Piala Menpora, Piala Bupati Bogor, dan Piala IPSI Kabupaten Bogor.
“Sebuah kebanggan bagi kami bisa bertanding dengan membawa nama kampus kami, dan kami juga senang karena hasil yang kami raih sangat baik yaitu sama-sama membawa pulang mendali emas untu STMIK Nusa Mandiri” tambah Rofiq.
Rofiq juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pelatih, dosen-dosen, serta teman-temannya di STMIK Nusa Mandiri atas dukungan dan doa yang telah diberika kepada mereka selama persiapan hingga akhirnya menjuarai kejuaraan ini.
“Kedua Atlet ini merupakan atlet yang sudah sering memberikan medali untuk disumbangkan ke ruang prestasi kemahasiswaan STMIK Nusa Mandiri,” papar Arif Hidayat yang menjabat Wakil Ketua Bidang Non Akademik STMIK Nusa Mandiri.
Arif mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih kedua atlet pencak silat dari STMIK Nusa Mandiri. Ia berharap kedua atlet inidapat mempertahankan prestasinya ini serta tidak berpuas diri untuk terus mengikuti kejuraan pencak silat lainnya.
“Semoga prestasi ini tidak menjadikan Faozi dan Rofiq langsung berpuas diri. Saya harap mereka dapat mempertahankan prestasinya ini. Kami dari STMIK Nusa Mandiri pun terus berupaya mendukung setiap mahasiswanya untuk berprestasi bahkan kami juga memberikan beasiswa bagi mereka yang berprestasi baik akademik maupun non akademik” tutup Arif. (OL-09)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved