Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Backstreet Adalah: Arti, Alasan, dan Risiko Hubungan Diam-Diam

mediaindonesia.com
19/1/2026 15:14
Backstreet Adalah: Arti, Alasan, dan Risiko Hubungan Diam-Diam
Ilustrasi(Instagram @selenagomez)

Dalam dinamika percintaan remaja hingga dewasa muda di Indonesia, istilah backstreet adalah sesuatu yang sangat familier. Sering kali digambarkan sebagai hubungan yang penuh tantangan dan adrenalin, backstreet sebenarnya memiliki makna yang lebih kompleks daripada sekadar menyembunyikan status pacaran. Fenomena ini melibatkan komitmen emosional yang tinggi di tengah keterbatasan sosial atau restu yang belum didapat.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu backstreet, mengapa banyak pasangan memilih jalan ini, serta risiko dan tantangan nyata yang harus dihadapi oleh mereka yang menjalaninya. Jika Anda sedang berada dalam situasi ini atau sekadar ingin memahami fenomena sosial tersebut, simak ulasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Backstreet dalam Hubungan Asmara?

Secara harfiah, kata backstreet berasal dari Bahasa Inggris yang berarti "jalan belakang" atau "gang sempit". Namun, dalam konteks bahasa gaul (slang) di Indonesia, backstreet adalah istilah yang merujuk pada hubungan asmara yang dijalani secara diam-diam atau rahasia. Pasangan yang melakukan backstreet sengaja menyembunyikan hubungan mereka dari pihak-pihak tertentu, seperti orang tua, keluarga besar, teman, atau bahkan lingkungan kerja.

Berbeda dengan perselingkuhan yang menyiratkan adanya pengkhianatan terhadap pasangan sah, backstreet biasanya dilakukan oleh dua orang lajang yang saling mencintai namun terhalang oleh faktor eksternal. Tujuan utamanya adalah menghindari konflik atau penolakan, sembari menunggu waktu yang tepat untuk mempublikasikan hubungan tersebut (go public).

Alasan Utama Pasangan Memilih Backstreet

Memutuskan untuk menjalani hubungan rahasia tentu bukan tanpa alasan. Keputusan ini sering kali diambil sebagai solusi sementara atas hambatan yang ada. Berikut adalah beberapa alasan paling umum mengapa seseorang memilih jalan backstreet:

  • Tidak Adanya Restu Orang Tua: Ini adalah alasan klasik dan paling dominan. Ketidaksetujuan orang tua, baik karena faktor usia, latar belakang ekonomi, atau pendidikan, sering memaksa pasangan untuk berpacaran di belakang punggung keluarga.
  • Perbedaan Keyakinan atau Agama: Di Indonesia, perbedaan agama menjadi isu sensitif dalam pernikahan. Banyak pasangan beda agama memilih backstreet untuk menunda konfrontasi dengan keluarga sembari mencari jalan tengah.
  • Aturan Tempat Kerja: Beberapa perusahaan memiliki kebijakan ketat yang melarang sesama karyawan memiliki hubungan asmara (office romance). Demi mempertahankan karir, pasangan di kantor yang sama sering kali menyembunyikan hubungan mereka.
  • Menjaga Privasi: Ada pula pasangan yang memilih backstreet bukan karena larangan, melainkan karena ingin menjaga privasi dan menghindari campur tangan orang lain (nosy people) dalam hubungan mereka di tahap awal.
  • Status Sosial atau Kasta: Perbedaan status sosial yang mencolok terkadang membuat seseorang merasa minder atau takut dihakimi oleh lingkungan pasangannya, sehingga memilih untuk merahasiakan hubungan.

Risiko dan Tantangan Menjalani Hubungan Backstreet

Meskipun terdengar romantis seperti di film-film, realitas menjalani backstreet adalah hal yang melelahkan secara mental dan emosional. Berikut adalah risiko nyata yang harus diwaspadai:

1. Tekanan Psikologis dan Kecemasan

Ketakutan akan ketahuan selalu menghantui setiap saat. Anda harus selalu waspada saat mengangkat telepon, membalas pesan, atau pergi berkencan. Rasa cemas ini, jika berlangsung lama, dapat memicu stres dan mempengaruhi kesehatan mental kedua belah pihak.

2. Terbatasnya Ruang Gerak

Pasangan backstreet tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kasih sayang di depan umum atau mengunjungi tempat-tempat populer di mana kenalan mungkin berada. Kencan sering kali terbatas pada tempat yang jauh, sepi, atau bahkan hanya bertemu secara virtual. Hal ini bisa memicu rasa bosan dan frustrasi.

3. Rentan Kesalahpahaman dan Rasa Curiga

Karena hubungan tidak diketahui orang lain, status "lajang" di mata publik sering kali mengundang orang lain untuk mendekati pasangan Anda. Hal ini bisa memicu rasa cemburu yang berlebihan dan rasa tidak aman (insecurity), karena Anda tidak bisa secara terbuka mengklaim pasangan Anda di hadapan orang lain.

4. Sulit Mendapat Dukungan Sosial

Ketika terjadi masalah atau pertengkaran dalam hubungan, Anda tidak bisa dengan mudah bercerita atau meminta saran kepada teman atau keluarga karena hubungan tersebut sendiri adalah rahasia. Isolasi ini membuat beban masalah terasa lebih berat karena harus ditanggung sendiri.

Tips Mengelola Hubungan Backstreet dengan Sehat

Jika keadaan memaksa Anda untuk menjalani hubungan diam-diam, ada beberapa strategi yang perlu diterapkan agar hubungan tetap sehat dan tidak toxic:

  1. Tetapkan Tujuan dan Batas Waktu: Jangan menjalani backstreet selamanya. Bicarakan dengan pasangan mengenai target waktu kapan kalian akan berani untuk go public atau meminta restu. Hubungan tanpa arah yang jelas hanya akan membuang waktu.
  2. Komunikasi yang Intensif: Karena pertemuan fisik mungkin terbatas, kualitas komunikasi harus ditingkatkan. Jujurlah mengenai perasaan, kekhawatiran, dan harapan masing-masing.
  3. Jaga Komitmen: Kepercayaan adalah pilar utama dalam hubungan jarak jauh maupun hubungan rahasia. Pastikan Anda dan pasangan sama-sama menjaga hati meskipun di mata orang lain kalian terlihat single.
  4. Siapkan Mental untuk Kemungkinan Terburuk: Sadari bahwa risiko ketahuan selalu ada. Diskusikan langkah apa yang akan diambil jika hubungan kalian terbongkar sebelum waktunya.

Kesimpulan

Pada akhirnya, backstreet adalah sebuah fase ujian dalam hubungan asmara yang menuntut kedewasaan dan kesabaran ekstra. Meskipun bisa menjadi solusi sementara untuk menghindari konflik, hubungan ini tidak disarankan untuk dijalani dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa adanya rencana masa depan yang jelas.

Kejujuran dan keberanian untuk menghadapi rintangan—baik itu restu orang tua maupun norma sosial—tetaplah menjadi kunci utama kebahagiaan jangka panjang. Jika hubungan backstreet yang Anda jalani mulai menggerogoti kesehatan mental dan kebahagiaan diri, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali kelanjutan hubungan tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik