Minggu 04 Desember 2022, 05:30 WIB

Sukses meski di Lahan Berbatu

(*/M-1) | Weekend
Sukses meski di Lahan Berbatu

MI. Adam Dwi
GESTIANUS Sino

 

GESTIANUS Sino ialah sosok petani muda dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gesti, demikia ia disapa, memilih menjadi petani muda sesuai dengan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dengan jurusan pertanian. Ayahnya ialah PNS di Flores, sedangkan ibunya sudah meninggal dunia sejak ia masih duduk di bangku SMA.

"Manusia itu butuh makan, itu alasan pertama saya mau jadi petani," tuturnya saat hadir di acara Kick Andy bertajuk Muda, Berkarya, di Desa, yang tayang Minggu (4/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan ilmu yang telah ia dapatkan selama berkuliah, ia ingin memberikan contoh kepada anak-anak muda lainnya bahwa pertanian itu menjanjikan. "Kalau tidak ada contoh, gimana mau diajak yang lain buat jadi petani," ungkapnya.

"Anggapan petani itu selalu dikatakan paling terbelakang. Yang jelek-jelek ada di petani. Tetangga bilang, kalau saya sekolah udah jauh-jauh akhirnya berkebun saja," kenangnya.

Ia memulai bertani dengan memanfaatkan lahan berbatu. Di saat teman-temannya mencari pekerjaan di kantor pemerintahan dan perusahaan swasta, Gesti memilih mencukil batu karang di lahan yang ia beli.

Gesti mengatakan secara topografi, kondisi di pulau timur 90% ialah batu karang. Lahan seluas 1.000 meter persegi yang ia beli tersebut selesai dicukil batu karang selama dua tahun.

Mencukil batu karang, mulanya Gesti disebut orang gila. Begitu pun dengan keluarganya yang mulanya tidak mendukung Gesti menjadi petani muda.

Memulai dengan tanah berbatu, Gesti pun tidak memiliki air yang cukup untuk irigasi sehingga lahannya harus diairi dengan air yang beli dari mobil tangki. Modal sumur bor dari pinjaman koperasi sebesar Rp30 juta pun membuat lahannya kini memiliki air yang melimpah, banyaknya air membuat Gesti membuat pertanian integrasi. Gesti mengaku sejak 2015 sumur bor tersebut dibuat, air tidak pernah kering.

Gesti memilih tanaman pepaya california untuk dibudidayakan. Alasannya, pepaya sangat diminati masyarakat Kota Kupang. Saat itu, pepaya jenis itu masih langka sehingga harus didatangkan dari Pulau Jawa. Ketika panen tiba, ribuan buah pepaya diambil sejumlah pusat perbelanjaan dengan harga sekitar Rp25 ribu per buah. Namun, musim kali ini Gesti menceritakan papayanya terkena badai Seroja.

Gesti memiliki prinsip dalam hidupnya bahwa bekerja harus dilakukan dengan totalitas. Begitu pula dengan menjadi petani. Baginya bekerja menjadi petani pun dapat mencukupi kehidupan.

Dengan orientasinya, Gesti melakukan pertanian terintegrasi. Saat ini sudah ada 18 komoditas yang ia hasilkan. Tidak mudah bagi Gesti untuk bisa mencapai pertanian integrasi seperti ini, pertanian yang lengkap dengan peternakan dan perikanan.

Daerah yang semula susah air, biasa dengan budaya ternak gembala, sekarang menjadi daerah yang berpotensi menghasilkan tanaman berkualitas. Perlahan Gesti melakukan sosialisasi kepada warga supaya banyak yang muncul kesadaran untuk bertanam.

Kini masyarakat mulai melek bercocok tanam, ternak mulai diatur dengan baik hingga muncul banyak kelompok tani yang bermitra dengan Gesti dan juga turut terlibat dalam pemasaran. Dengan GS Organik (yang diambil dari singkatan namanya) yang ia bentuk sebagai wadah pertanian ini, Gesti juga menyediakan jasa konsultan pertanian dan membuka pelatihan pertanian.

Gesti menyebutkan saat ini anak-anak muda sudah banyak yang mulai tertarik dengan dunia pertanian, tidak lagi seperti dulu yang biasa digeluti orangtua yang usianya di atas 50 tahun atau pensiunan pegawai.

Beralih ke digital

Sebelum pandemi, Gesti memasarkan produk pertaniannya ke beberapa restoran dan hotel di Kupang. Namun, pada 2020 dari Kementerian Desa dan Bakti Kominfo membuatkannya toko online melalui BUM-Des Mart.

Sekarang GS Organik memiliki platform website https://gsorganik.id, yang dapat dinikmati konsumen tanpa harus pergi ke pasar di tengah pandemi ini. Saat ini Gesti pun membuat pemasaran digital melalui media sosial yang ada. Gesti mengaku saat ini sudah memiliki produk baru, yakni stik bayam yang diberi nama Gesino. Produk tersebut juga yang sudah dipasarkan secara online.  (*/M-1)

Baca Juga

Dok. Media Indonesia Publishing

Perihal Kopi Nusantara

👤Pro/M-2 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 08:15 WIB
KOPI bukan hanya sekadar biji tumbuhan bercita rasa khas. Kopi digemari dan dicari sebagai sumber kepuasan dan...
MI/Duta

Mendobrak Dominasi lewat Koplo

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 08:10 WIB
Dangdut koplo disebut sang penulis mewakilkan semangat 'oplosan' karena mencampurkan berbagai hal menjadi sebuah genre dangdut...
DOK IST

De Margo Tambah List Tempat Nongkrong di Jaksel

👤Gana Buana 🕔Jumat 03 Februari 2023, 19:10 WIB
Saat ini menu makanan Italia seperti pasta dan pizza memang sudah cukup dikenal di masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya