Kamis 03 November 2022, 18:58 WIB

Asosiasi Promotor Musik Perjuangkan Nasib Tiga Festival Ini

Fathurrozak | Weekend
Asosiasi Promotor Musik Perjuangkan Nasib Tiga Festival Ini

Instagram Berdendang Bergoyang
Festival musik Berdendang Bergoyang dicabut izinnya pada hari ketiga, Minggu (30/10) oleh pihak Kepolisian.

 

Tiga festival musik besar Indonesia di akhir tahun ini, Soundrenalin, DWP, dan Heads in The Cloud (HITC) terancam batal digelar. Hal itu lantaran imbas dari kisruh penyelenggaraan festival Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta pada pekan lalu.

Dalam dua hari penyelenggaraan festival Berdendang Bergoyang, penjualan tiket melampaui kapasitas tempat. Kerumunan pun menjadi tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, pihak keamanan meminta penyelenggara, Emvrio, untuk merampungkan acara sebelum pukul 24:00 WIB pada hari kedua, Sabtu, (29/10). Sementara, untuk hari ketiga, (30/10), izin festival dicabut.

Peristiwa itu kemudian berimbas pada kalender acara musik di sisa tahun. Beberapa hal yang berkembang, dituturkan Sekjen APMI (Asosiasi Promotor Musik Indonesia) Emil Mahyudin, adalah penyelenggaraan acara musik di Jakarta tidak melebihi pukul 24:00 WIB.

“Memang data secara pasti terkait event musik yang terdampak dari peristiwa pekan lalu belum ada. Kami masih menerima pengaduan. Contohnya ada beberapa peraturan dari pihak keamanan yang memberikan aturan acara musik harus indoor, tidak boleh outdoor. Ada juga yang harus selesai jam 18:00 WIB. Di Jakarta, yang berkembang, izinnya tidak boleh melewati batas jam 24:00 WIB,” kata Emil saat konferensi pers APMI di creative hall M Bloc, Jakarta Selatan, Kamis, (3/11).

Imbas lain, tiga festival musik besar Indonesia di akhir tahun, DWP, Soundrenalin, dan Heads in The Cloud terancam tidak diberikan izin. Untuk itu, APMI pun kini tengah memperjuangkan agar acara-acara musik di akhir tahun, utamanya tiga acara besar tersebut tetap bisa terselenggara. Mereka saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Kemenparekraf dan Polda Metro Jaya.

“Tiga festival musik itu adalah masterpiece-nya festival Indonesia. Jika tiga event itu terselenggara, tentu industri kreatif dan musik di mata dunia akan baik. Terlebih, sumbangan ekonomi dari terselenggaranya acara musik itu besar,” tambah Ketua Umum APMI Dino Hamid.

Ketua Bidang Program & Investasi APMI Dewi Gontha melanjutkan, APMI yang saat ini beranggotakan 15 promotor musik, akan menyusun panduan bagi para promotor dalam penyelenggaraan acara.

“Ke depan, APMI akan buat standar. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan setelah acara,” kata Dewi. (M-2) 

Baca Juga

Dok. Kemkes.go.id

Studi: Kecukupan Protein Lindungi Wanita dari Patah Tulang Pinggul

👤Nike Amelia Sari 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:56 WIB
Kecukupan asupan protein pada wanita dapat secara signifikan menurunkan resiko patah tulang...
Dok. MI/ Putri Rosmalia

The Apurva Kempisnki Bali Buka Gallery of Art and Music

👤Putri Rosmalia 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:33 WIB
The Apurva Kempinski Bali menghadirkan suguhan berupa perpaduan seni rupa dan musik pada Gallery of Art and...
Alexander NEMENOV / AFP

Penerbit di Rusia Khawatir Kembalinya Aturan Sensor Era Soviet

👤Adiyanto 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:08 WIB
Pekan lalu, anggota parlemen menyetujui RUU yang melarang segala bentuk propaganda LGBTQ baik melalui buku, film, media, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya