Sabtu 20 Agustus 2022, 07:30 WIB

Nostalgia Penuh Tanda Tanya

Pro/M-2 | Weekend
Nostalgia Penuh Tanda Tanya

Dok. Penerbit Banana
Cover buku Trocoh.

 

BANYAK orang memiliki perjalanan hidup yang penuh warna dan cerita. Namun, yang memiliki intuisi untuk mendokumentasikan lewat jejak tulisan mungkin hanya sebagian di antara mereka.

Intuisi tersebut yang rupanya dimiliki dengan sangat kuat oleh Budi Warsito, penulis buku Trocoh. Dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Banana tersebut, Budi menuangkan hal-hal yang bagi sebagian besar orang mungkin hanya bisa berputar dalam pikirannya saja dalam bentuk esai-esai yang jenaka, informatif, dan terkadang penuh dengan ironi.

Trocoh merupakan kumpulan tulisan Budi, seorang pencinta musik, kolektor rekaman lawas, juga penulis skrip acara komedi di TV, yang dibuatnya dalam rentang waktu 2005 hingga 2020. Total terdapat 41 tulisan yang dimuat dalam Trocoh.

Tulisan-tulisan tersebut memuat berbagai tema sesuai dengan apa yang diingat, disukai, hingga yang masih dipertanyakan jawabannya oleh penulis. Mulai dari soal film seluloid, serangga dan buah-buahan, topi dan soda beku, baling-baling bambu, senam kesegaran jasmani, hingga musik.

Keragaman tema yang ada dalam Trocoh sangat mewakili apa yang sesungguhnya ada dalam kehidupan setiap manusia. Keragaman, kompleksitas, keabsurdan, hingga kelucuan yang kadang mengenaskan.

Lewat Trocoh, penulis mengajak pembaca untuk ikut bernostalgia akan kehidupannya di masa kecil, remaja, sampai saat ini. Bagi yang menjalani masa kanak-kanak dan remaja di era Orde Baru (Orba), buku ini akan terasa lebih dekat dan relevan.

Sentilan penulis akan hal-hal yang ada di era Orba menjadi hal yang tak hanya satu atau dua kali muncul dalam tulisannya. Menjalani masa muda di era tersebut sepertinya menyisakan banyak tanda tanya, kegelisahan, hingga kelucuan dalam benak penulis.

Salah satu tulisan yang membahas hal di era Orba ialah yang berjudul Empat Menit Sehat Sempurna. Dalam tulisan tersebut, penulis menuangkan unek-uneknya tentang Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang sangat populer di masa itu.

SKJ pertama kali dicetuskan pemerintah pada 1984 saat Menpora dijabat oleh Abdul Gafur. Dengan jenaka tanpa merendahkan, penulis mengungkapkan bagaimana sesungguhnya upaya mengajak hidup sehat lewat SKJ tak ubahnya seperti lelucon bagi masyarakat. Khususnya dengan gerakan yang dianggapnya terlalu memaksakan dan musik yang mengganggu ketenangan telinga.

‘Kalau Warkop DKI sampai perlu memasukkan adegan senam nasional ini ke dalam salah satu film mereka--peraganya Eva Arnaz, berkaus yukensi, memamerkan bulu keteknya--bukankah itu semakin menegaskan sisi kocak dari senam ini?’ (halaman 66).

Penulis juga banyak menyertakan tulisannya yang menceritakan tentang hal-hal sederhana yang pernah terjadi atau ia pertanyakan. Hal-hal paling sederhana yang bagi sebagian orang tak begitu penting untuk bahkan sekadar diingat, oleh penulis buku ini justru dijadikan sebuah tulisan singkat yang menarik dan menjadi bagian penting perekam momen perjalanan hidupnya.

Di antaranya tulisan berjudul Kuis Bola di Radio, Satu Mangkok Saja Dua Ratus Perak, hingga Paman yang Paling Indah Adalah Paman Kikuk. Ketiga tulisan itu menceritakan sesuatu yang diingatnya pernah terjadi di masa kanak-kanak dari sudut pandangnya sebagai seorang yang telah dewasa.

Kuis Bola di Radio menceritakan bagaimana dirinya kala itu sebagai seorang remaja kecewa akan hadiah dari kuis yang tak sesuai harapan. Satu Mangkok Saja Dua Ratus Perak menceritakan tentang bakso-bakso langganannya dari masa ke masa. Adapun Paman yang Paling Indah Adalah Paman Kikuk menceritakan tentang sosok Paman Kikuk dalam cerita bergambar Bobo, majalah anak-anak yang menjadi favoritnya.

Tulisan-tulisan yang dimuat dalam Trocoh umumnya mamiliki jumlah halaman yang tak banyak, hanya sekitar dua hingga tiga halaman. Hanya beberapa judul yang memiliki jumlah halaman lebih banyak. Umumnya merupakan tulisan yang membahas seputar dunia musik.

Ketertarikan penulis akan dunia musik terlihat jelas dalam buku ini. Hampir dalam setiap tulisan yang bertema musik, ia menulis dengan sangat detail bak seorang jurnalis investigasi.

Salah satunya terlihat dalam tulisan berjudul Punk Pink Ponk!. Dalam tulisan itu penulis mencoba menulusuri awal mula munculnya kata punk di dunia. Ia menggali informasi dari berbagai sumber. Seperti majalah musik, buku, sampai sampul kaset.

Dari hasil penelusurannya, ia meyakini kata punk sudah muncul sejak tahun 1970-an. Kala itu, majalah musik dan buku di berbagai negara telah banyak menggunakan kata tersebut. Dengan detail ia menjabarkan hasil penelusurannya hingga kata punk masuk ke dalam kamus-kamus lokal di tahun 1985.

Perjalanan penulis menemukan asal-usul kata punk tersebut secara tak langsung juga akan mengajak pembaca bertualang melihat perjalanan dunia musik dan jurnalisme musik di Tanah Air maupun global sejak era tahun 70-an hingga akhir tahun 80-an.

Pembahasan grup musik yang lebih kekinian seperti Sheila On7 juga muncul dalam salah satu tulisan. Dalam tulisan berjudul Sheila on My Mind, penulis menceritakan bagaimana grup musik yang digawangi Duta dan Eross Chandra itu membuat masa mudanya lebih berwarna dan menggairahkan.

‘Boleh jadi mereka kini sudah tak sebersinar dan berpijar seperti dulu kala, namun bahwa mereka sempat menemani seorang remaja melewati masa-masa noraknya saat beranjak dewasa, anugerah itu sudah lebih dari cukup’ (halaman 97).

Meski dengan tema yang sangat beragam bahkan cenderung berlompatan, tak berlebihan kalau Trocoh dikatakan sebagai salah satu arsip budaya populer yang didokumentasikan dengan cara yang sederhana, tetapi tetap kaya akan informasi. Membacanya akan menghadirkan sensasi yang sama dengan ketika membaca buku-buku karya Malcolm Gladwell yang penuh akan pertanyaan sederhana dengan jawaban yang kadang tak mudah ditemukan.

Bedanya, Gladwell banyak membahas hal-hal yang berkaitan dengan psikologis dan sejarah. Adapun penulis Trocoh lebih banyak membahas hal-hal yang terjadi dalam keseharian seorang anak manusia yang kebetulan hidup di Indonesia dengan segala keunikannya.

Trocoh akan membuat pembacanya tak sekadar bernostalgia dan ikut menyelam ke dalam pikiran penulis. Membaca Trocoh akan menghadirkan kesenangan berwujud bacaan informatif dalam bingkai kata-kata yang sederhana dan penuh kejenakaan. (Pro/M-2)

 

 

BIO BUKU

Judul : Trocoh

Penulis : Budi Warsito

Penerbit : Penerbit Banana (cetakan pertama Mei 2021)

ISBN : 978-623-96372-3-1

Halaman : 275

Baca Juga

Dok: Nazilla Nur/PR IPM SMAMIV

Muharram Independence Pembangkit Semangat Siswa

👤Aqila As Sahwa - SMA Muhammadiyah 4 Surabaya 🕔Kamis 29 September 2022, 17:00 WIB
Pengadaan kegiatan Muharram Independence ini dapat mengobati kerinduan siswa-siswi terhadap lomba tujuhbelasan yang digelar secara offline...
Dok. Gheisa

Geisha Rilis Single Sabar

👤Fathurrozak 🕔Kamis 29 September 2022, 16:55 WIB
Lagu Sabar mengisahkan tentang perempuan yang menyukai laki-laki namun hanya sebatas melalui tatapan...
Dok. Pribadi

Partisipasi SMK Muhammadiyah Salaman Peringati HUT RI

👤Alba Yoga Purnama - SMK Muhammadiyah Salaman, Magelang 🕔Kamis 29 September 2022, 13:00 WIB
Kegiatan untuk memeperingati ulang tahun Hari Kemerdekaan RI ini ternyata memberikan banyak dampak positif bagi para...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya