Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak yang menyarankan menyikat gigi cukup dua kali sehari dan setidaknya dua menit setiap kali melakukannya. Namun, tidak sedikit yang melakukannya lebih dari itu. Lalu, berapa lama seharusnya kita menyikat gigi?
Ada beberapa bukti bahwa menyikat gigi selama dua menit saja mungkin tidak cukup. Menurut penelitian, menghilangkan plak sebanyak mungkin lebih baik dengan menyikat gigi selama tiga hingga empat menit.
Melansir dari independent.co.uk, Selasa (2/10), Josefine Hirschfeld, dosen klinis kedokteran gigi restoratif di University of Birmingham mengungkapkan tujuan utama menyikat gigi adalah menghilangkan mikroba (dikenal sebagai plak gigi) dari permukaan gigi. Plak ini merupakan akumulasi bakteri, jamur dan virus yang hidup bersama dalam suatu komunitas yang dikenal sebagai biofilm mikroba. Biofilm sangat lengket dan hanya bisa dihilangkan dengan menyikat.
Banyak hal yang membuat mikroba ini lebih mudah tumbuh, termasuk area kasar pada permukaan gigi (seperti dari beberapa tambalan), tidak dapat menjangkau area tertentu dengan sikat gigi (seperti ruang di antara gigi), atau memiliki kawat gigi. Faktanya, biofilm plak tumbuh kembali di gigi kita dalam beberapa jam setelah menyikat, inilah yang menjadi alasan yang disarankan untuk menyikat dua kali sehari.
Tidak menyikat gigi dengan benar dapat menyebabkan tingkat plak yang lebih tinggi, yang dapat mengaktifkan respons kekebalan tubuh, pada akhirnya menyebabkan peradangan dan kondisi seperti gingivitis. Peradangan biasanya tidak menyakitkan, tetapi sering menyebabkan gusi berdarah saat menyikat dan terkadang bau mulut. Biofilm juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Bukti saat ini menunjukkan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyikat hingga empat menit mampu menghasilkan gigi yang lebih bersih. Waktu menyikat yang lebih lama ini berarti kita dapat membersihkan gigi dengan lebih efektif dan menjangkau tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Penting diketahui untuk tidak menyikat terlalu sering dan hindari menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan pasta gigi dan sikat yang abrasif. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi, terutama apabila menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras atau pasta gigi abrasif.
Penting diingat untuk selalu menyikat gigi dengan kekuatan yang lembut agar tidak merusak jaringan keras dan lunak di mulut kita. (M-4)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Formula menandai 40 tahun perjalanannya dengan fokus pada inovasi produk, edukasi kesehatan gigi, serta penguatan loyalitas konsumen sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang.
Pendekatan berbasis HAP diaplikasikan dalam Metoo HAP Shield Toothpaste, produk perawatan gigi yang diformulasikan dengan kandungan 5% hidroksiapatit.
Dalam dunia fesyen yang sering identik dengan busana dan tata rias, kolaborasi Pepsodent di JFW menghadirkan perspektif baru.
Emulsi yang terkandung dalam pasta gigi dan gas air mata yang apabila bertemu akan saling merusak satu sama lain.
Plak tidak bisa hilang dengan berkumur saja, tetapi plak gigi bisa hilang dengan menyikat gigi.
Bibir mungkin berpigmentasi dan kehilangan warna merah muda alaminya karena berbagai penyebab.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved