Minggu 26 September 2021, 06:45 WIB

Edukasi Gaya Hidup Sehat

MI | Weekend
Edukasi Gaya Hidup Sehat

MI/Furqon Ulya Himawan
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid

 

DENGAN keberhasilan angka penurunan kasus covid-19 di Tanah Air dan kondisi global, sejak awal September, pemerintah mengumumkan transisi dari pandemi ke epidemi. Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, pun mendukung langkah tersebut.

Berbicara kepada Media Indonesia, Kamis (23/9), putri ke-2 dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan jika transisi ke epidemi merupakan langkah yang sesuai kajian para ahli. Agar transisi berhasil dan penyebaran virus dapat ditekan seterusnya, ia juga berharap pemerintah menerapkan kebijakan yang dapat menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat seterusnya.

“Yang paling penting masyarakat harus diajari gaya hidup sehat. Seperti Jepang, pakai masker dan cuci tangan sudah menjadi gaya hidup. Dari zaman dulu, sebelum ada covid-19. Kena sinar matahari, olah tubuh, dan makan sayur. Atlet panjat tebing Indonesia ketika di Swiss sempat terkena covid-19, tidak dikasih obat. Mereka hanya disuruh istirahat, ya sudah istirahat saja. Makan makanan yang bergizi,” tutur Yenny yang mengaku gemar makan pepaya dan daun singkong.

Ibu tiga anak ini juga menekankan agar program vaksinasi terus digenjot. “Semakin banyak orang divaksin, secara teori semakin kecil virus berkembang biak di masyarakat. Itu yang disebut herd immunity. Sekarang masyarakat sudah mulai mendekati itu. Indonesia sendiri sudah hampir setengah warganya yang divaksin. Makanya kita lihat angka penularannya lebih kecil,” tuturnya.

Di masa pandemi ini, Yenny yang pada Agustus lalu mundur dari jabatan Komisaris Independen Garuda Indonesia, mengatakan lebih banyak berkumpul bersama keluarga di rumah. Kepada ketiga putrinya, ia dan suami mengajarkan nilai-nilai saling menghormati, mengasihi, dan menghargai perbedaan.

Perjuangannya mewujudkan Indonesia yang toleran juga dilakukan dengan terus menginisiasi deklarasi Desa Damai. Seperti yang dia lakukan di Sleman, DIY, Selasa (21/09), kemarin. Di Solo pada Oktober nanti.

Desa Damai itu tersebar di sejumlah provinsi. Seperti di Jawa Timur ada di Malang, Batu, dan Sumenep. Jawa Tengah ada di Solo, Klaten, dan Sukoharjo. Jawa Barat ada di Depok dan Parung. Adapun di DIY, Desa Damai itu ada di di Sleman.

 “Ada beberapa anggota kita (para ibu) yang terpilih PBB ke Jepang untuk bercerita langsung tentang Desa Damai,” kata Yenny. Melalui Desa Damai, Yenny bertekad dapat mendorong perempuan menjadi tokoh perdamaian. (FU/M-1)

Baca Juga

MI

Ternyata Hal Ini yang Memicu Kerusakan Bahasa

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 05:15 WIB
Di masa datang, bahasa Indonesia diharap lebih banyak menyerap kosakata dari bahasa lokal ketimbang bahasa...
123RF

Yang Masih Menjadi Ganjalan dalam Dunia Puisi Indonesia

👤Fathurrozak 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 01:41 WIB
Penyair Joko Pinurbo dan Inggit Putria Marga akan melelang puisi tulisan tangan mereka untuk aksi...
Unsplash.com/Anupam Mahapatra

Ini Penyebab Kulit Kemerahan dan Gatal Usai Berolahraga

👤Nike Amelia Sari 🕔Senin 25 Oktober 2021, 06:11 WIB
Ketika kita berolahraga, jantung memompa darah dan oksigen terlalu banyak ke otot-otot yang sedang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya