Senin 02 Agustus 2021, 18:55 WIB

Delapan Tempat di Planet Mars Diprediksi Jadi Spot Wisata Masa Depan

Galih Agus Saputra | Weekend
Delapan Tempat di Planet Mars Diprediksi Jadi Spot Wisata Masa Depan

Nicolas Lobos/ Unsplash
Ilustrasi Planet Mars.

MESKI saat ini pariwisata dunia nyaris lumpuh akibat pandemi, impian akan pariwisata masa depan tetap jalan terus. Tidak tanggung-tanggung, wisata masa depan yang digagas itu ada di Planet Mars.

Planet yang dikenal juga dengan nama Planet Merah itu memang telah dipetakan memiliki banyak tempat yang sangat unik dan bahkan ekstrim. Laman eksplorasi dan inovasi antariksa Space.com pun merilis daftar tempat di Mars yang digadang-gadang sebagai tujuan wisata masa depan:


1. Olympus Mons

Olympus Mons adalah gunung berapi paling ekstrim di tata surya. Terletak di wilayah vulkanik Tharsis, yang mana menurut NASA ukurannya hampir sama dengan negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Tingginya mencapai 16 mil (25 kilometer), atau hampir tiga kali tinggi dari Gunung Everest di Bumi. Olympus Mons adalah gunung berapi perisai raksasa. Meski begitu, gunung ini mungkin mudah didaki oleh para penjelajah masa depan karena kemiringannya rata-rata hanya 5 persen. Di puncaknya terdapat depresi spektakuler dengan lebar sekitar 53 mil (85 km).


2. Gunung Berapi Tharsis

Tharsis merupakan sebuah kawasan yang menampung 12 gunung berapi raksasa. NASA memperkirakan kawasan ini lebarnya mencapai kurang lebuh 2.500 mil (4000 km). Seperti Olympus Mons, kawasan gunung berapi ini cenderung jauh lebih besar daripada gunung berapi di Bumi. Mars memiliki tarikan gravitasi yang lebih lemah yang oleh karena itu memungkinkan gunung berapi 'tumbuh lebih tinggi'.


3. Valles Marineris

Mars tidak hanya menjadi 'rumah' bagi gunung berapi besar di tata surya. Planet ini juga dikenal memiliki ngarai yang lebar, salah satunya Valles Marineris. Panjangnya diperkirakan mencapai kurang lebih 1850 mil (3000 km), yang menurut Nasa, empat kali lebih panjang dari Grand Canyon di Amerika Serikat dengan panjang sekitar 500 mil (800 km). Para peneliti tidak yakin bagaimana Valles Marineris terbentuk, tetapi ada beberapa teori yang menyatakan bahwa wilayah ini muncul ketika wilayah Tharsis terbentuk.


4. Kutub Utara dan Selatan Mars

Layaknya planet Bumi, Mars juga memiliki dua kutub. Meski begitu, komposisinya sedikit berbeda sebab selama musim dingin, keduanya menghasilkan es dari karbon dioksida yang mengembun dari permukaan atmosfer. Selama musim panas, prosesnya tampak berlawanan. Ketika karbon dioksida menyublim kembali ke atmosfer, lapisan es menghilang di belahan bumi utara. Sebaliknya, es karbon dioksida tetap berada di atmosfer selatan. Fenomena alam ini memiliki efek besar pada iklim Mars, dan mempengaruhi proses munculnya angin dan beberapa efek lainnya.


5. Aeolis Mons

Aeolis Mons adalah salah satu situs yang terkenal di Mars sejak adanya misi Curiosity dari NASA pada 2012. Situs ini juga dikenal dengan sebutan Kawah Gale dan dianggap menjadi bukti adanya air di masa lalu. Curiosity dalam eksplorasinya menemukan dasar sungai atau lebih tepatnya beberapa minggu setelah mendarat. Salah satu temuan Curiosity yang tak kalah menarik adalah molekul organik kompleks. Hasil amatan pada 2018 menunjukan bahwa molekul organik tersebut berada dalam batuan berusia 3,5 miliar tahun. Selain molekul organik, wahana penjelajah dalam misi Curiosity juga menemukan perubahan konsentrasi metana di atmosfer selama pergantian musim. 


6. Medusae Fossae

Medusae Fossae adalah salah satu lokasi yang dikenal cukup aneh di Mars. Beberapa orang bahkan menganggap lokasi ini menyimpan bukti kecelakaan benda asing atau UFO. Namun penjelasan yang dirasa lebih masuk akal mengatakan lokasi ini memiliki deposit vulkanik yang sangat besar atau lebih tepatnya sekitar seperlima ukuran Amerika Serikat. Seiring berjalananya waktu, angin mengukir bebatuan vulkanik tersebut menjadi formasi yang indah. Sebuah studi pada 2018 juga menunjukkan bahwa formasi itu mungkin berasal dari letusan gunung berapi yang sangat besar dan terjadi ratusan kali selama 500 juta tahun. Letusan itu pula yang membuat iklim Planet Merah menjadi lebih hangat. 


7. Kawah Hale

Kawah Hale merupakan lereng yang terbentuk di sisi kawah curam, khususnya ketika iklim di Mars lebih hangat. Pada 2015, NASA mulanya mengumumkan bahwa lereng ini muncul karena adanya garam yang terhidrasi hingga kemudian membentuk kontur yang mirip seperti air mengalir di permukaan. Akan tetapi penelitian selanjutnya menjelaskan bahwa kemungkinan lereng ini benar-benar terbentuk dari air atau aliran pasir kering. Hingga saat ini NASA masih mencari cara untuk menyelidiki lokasi tersebut. Pada masa yang akan datang, situs ini diyakini sebagai salah satu lokasi yang diminati para wisatawan untuk diamati pemandangannya menggunakan teropong.


8. Noctis Labyrinthus dan Lembah Hellas

Mars kini ini diyakini sebagai planet yang sebagian besar permukaannya turut dibentuk oleh angin tak terkecuali situs Noctis Labyrinthus dan cekungan Hellas. Para peneliti mengatakan daerah ini dulunya adalah bukit pasir setinggi puluhan meter. Akan tetapi bukit tersebut ternyata juga dibanjiri oleh lava dan air sehingga hanya meninggalkan bagiaan dasarnya, sementara puncaknya terus terkikis. Bukit pasir tua seperti ini pada gilirannya memberikan petunjuk bagi ahli iklim untuk mengrtahui permukaan Planet Merah di masa lampau. (M-1)

Baca Juga

MI/Furqon Ulya Himawan

Edukasi Gaya Hidup Sehat

👤MI 🕔Minggu 26 September 2021, 06:45 WIB
DENGAN keberhasilan angka penurunan kasus covid-19 di Tanah Air dan kondisi global, sejak awal...
MI/Furqon Ulya Himawan

Sebarkan Narasi yang Merekatkan Bangsa

👤Furqon Ulya Himawan 🕔Minggu 26 September 2021, 06:30 WIB
MINGGU lalu sebuah video yang menunjukkan sejumlah santri menutup kuping saat mendengar musik,...
MI

Sudoku edisi 26 September 2021

👤MI 🕔Minggu 26 September 2021, 06:20 WIB
SUDOKU atau di kenal juga dengan tebak angka (number...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya