Sabtu 19 Juni 2021, 12:15 WIB

Indonesia Kini Punya Museum Virtual Gastronomi

Fathurrozak | Weekend
Indonesia Kini Punya Museum Virtual Gastronomi

Dok. Museum Virtual Gastronomi Indonesia
Museum Virtual Gastronomi Indonesia diluncurkan 17 Juni 2021.

KEKAYAAN tradisi makanan Indonesia yang beragam mendorong komunitas gastronomi yang terdiri dari berbagai pakar dan pencinta gastronomi merumuskan direktori berbagai jenis bahan makanan yang ada di Indonesia. 

Rumusan yang disusun oleh para pakar yang tergabung dalam Indonesian Gastronomy Community itu terwujud dalam bentuk Museum Gastronomi Indonesia (MGI) yang diresmikan Kamis (17/6). Museum tersebut ditujukan untuk mewadahi informasi tentang cerita sejarah, asal-usul, proses akulturasi budaya dari berbagai masakan yang dihidangkan, dan yang dikonsumsi sehari-hari.

Bekerja sama dengan PT Siji Solusi Digital, museum virtual itu dapat diakses melalui museumgastronomi.id. Dalam prosesnya, tim IGC menyusun hingga menjadi tujuh bab, dari semula total 26 bab.

"Ini berawal dari mimpi kami bersama yang ingin sekali mencoba melestarikan khazanah tradisi budaya gastronomi Indonesia. Kami merasa perlu agar semuanya itu terdata dan terarsipkan dengan baik. Sehingga sarana yang tepat itu adalah museum,” kata ketua umum IGC Ria Musiawan, dalam konferensi pers peluncuran Museum Virtual Gastronomi Indonesia, Kamis, (17/6).

Tim IGC memakan waktu hingga tiga bulan untuk merampungkan penyusunan museum. Namun dari semula direncanakan memiliki 26 bab, museum tersebut dirampungkan dengan memiliki 7 bab. Salah satu dewan pakar penyusun konten museum gastronomi Indonesia Hindah Muaris menjelaskan jika bab-bab lainnya bukan berarti dihilangkan. 

“Ya betul, tidak dihilangkan. Tapi kemudian kami menyusunnya dengan pengelompokan yang disederhanakan dan dipersingkat. Semula misal bumbu dan rempah itu dipisah, tapi kemudian disatukan kelompoknya,” tambah salah satu dewan pakar tim penyusun Arief Djoko Budiono.

Ari Fadiati, salah satu anggota tim penyusun konten Museum Virtual Gastronomi Indonesia mengatakan kebanyakan orang Indonesia menyampaikannya secara turun temurun dari ibu ke anaknya. Dengan adanya ribuan suku bangsa di Tanah Air maka diperlukan pencatatan sebagai medium persebaran pengetahuan.

Meski sudah berhasil mendirikan museum virtual, para dewan pakar bertekad tidak akan berhenti untuk terus mengeksplorasi khazanah budaya gastronomi. Dengan begitu akan tercipta ekosistem pengetahuan gastronomi yang lebih komprehensif. Salah satu yang menjadi target mereka berikutnya adalah penyusunan gastropedia, yakni semacam direktori untuk kebutuhan studi. (M-1)

Baca Juga

MI/Ebet

Menghargai Persahabatan

👤Adiyanto Wartawan Media Indonesia 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 05:20 WIB
Dan Kematian makin Akrab. Itu judul puisi karya almarhum Subagio...
MI/SUMARYANTO BRONTO

RATIH IBRAHIM Tumbuhkan Harapan lewat Konseling

👤 (*/M-1) 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 05:15 WIB
RATIH Ibrahim sudah cukup dikenal sebagai salah satu psikolog kenamaan di Tanah...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Gibran Huzaifah, Solidaritas Pembudi Daya Ikan

👤(*/M-1) 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 05:10 WIB
SELAIN sektor pariwisata dan hiburan, pukulan pandemi covid-19 juga terjadi pada sektor...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya