Kamis 18 Maret 2021, 10:04 WIB

Ilmuwan Temukan 'Jaring Kosmik' Cikal-bakal Terbentuknya Galaksi

Adiyanto | Weekend
Ilmuwan Temukan

Jeremy Blaizot / AFP
Cahaya yang dipancarkan oleh atom hidrogen di jaringan kosmik di wilayah yang berdiameter sekitar 15 juta tahun cahaya.

 

PARA ilmuwan Prancis baru-baru ini berhasil melihat penampakan filamen pijar gas hidrogen yang dikenal sebagai "jaring kosmik". Fenomena ini dapat mengungkap awal alam semesta sekitar 12 miliar tahun yang lalu.

Model kosmologis ini telah lama diprediksi keberadaannya, namun hingga kini jaring kosmik belum pernah diamati dan ditangkap secara langsung dalam gambar.

Selama delapan bulan pengamatan dengan teleskop raksasa dari European Southern Observatory dan satu tahun pengerjaan data, para ilmuwan memerkirakan  filamen ini tercipta satu hingga dua miliar tahun setelah Big Bang.

Tetapi kejutan terbesar, kata para ilmuwan, adalah simulasi yang menunjukkan bahwa cahaya berasal dari miliaran galaksi kerdil yang sebelumnya tidak terlihat  dan tidak terduga, yang menghasilkan triliunan bintang. Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Astronomy & Astrofisika.

"Setelah periode awal kegelapan, alam semesta meletus dengan cahaya dan menghasilkan sejumlah besar bintang," kata penulis senior Roland Bacon, seorang ilmuwan di Pusat Penelitian Astrofisika di Lyon, kepada AFP.

"Salah satu pertanyaan besar adalah apa yang mengakhiri periode kegelapan itu, yang mengarah ke fase di alam semesta awal yang dikenal sebagai ionisasi ulang,” katanya.

Hingga saat ini, para astronom hanya menangkap kilasan sebagian dan tidak langsung dari jaringan kosmik melalui quasar, memperlihatkan awan gas di sepanjang garis pandang. Quasar juga dikenal sebagai objek kuasi-bintang, disingkat QSO adalah inti galaksi aktif yang sangat bercahaya.

Tetapi wilayah ini tidak mewakili seluruh jaringan filamen tempat sebagian besar galaksi, termasuk galaksi kita (Bima Sakti),  dilahirkan.

"Temuan ini sangat mendasar. Kami belum pernah melihat pelepasan gas dalam skala ini, yang penting untuk memahami bagaimana galaksi terbentuk." komentar Emanuele Daddi, peneliti di Komisi Energi Atom yang tidak ikut serta dalam penelitian ini. (AFP/M-4)

 

Baca Juga

Dok. Blibli

Ajak Perempuan untuk Ekspresikan Cantiknya, Blibli Gelar Festival Belanja Cantik 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 21:40 WIB
Makna cantik lebih dari apa yang terlihat di permukaan. Cantik adalah bagaimana setiap perempuan memiliki pandangan positif dan keinginan...
Dok. Instagram @dapurcokelat

Perbedaan Mengelola Bisnis Cokelat 20 Tahun Lalu dan Sekarang

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 19:40 WIB
Pakar kuliner William Wongso menilai jika pelaku bisnis cokelat masa kini harus lebih cepat mengikuti selera...
Dok Shaggydog

Shaggydog Bikin Versi Terbaru Lagu Legendaris Di Sayidan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 12:33 WIB
Berbagai penghargaan telah diraih oleh Shaggydog, namun bagi mereka menjadi sebuah band tidak melulu mengenai panggung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya