Selasa 09 Maret 2021, 20:31 WIB

Dapat Injeksi, Produsen Roket ini akan Saingi SpaceX

Bagus Pradana | Weekend
Dapat Injeksi, Produsen Roket ini akan Saingi SpaceX

Rocket Lab
Roket Elektron dari Rocket Lab

 

Kompetitor perusahaan ekspedisi luar angkasa, SpaceX kini resmi bertambah usai startup penerbangan yang berbasis di California, Rocket Lab, mengklaim bahwa perusahaannya dapat memangkas biaya perjalanan ke luar angkasa jadi lebih murah.

Setelah cukup aktif terlibat dalam berbagai proyek peluncuran satelit-satelit berskala kecil sejak tahun 2017, Rocket Lab mendapatkan tawaran merger dari Vector Acquisition Corporation, perusahaan permodalan yang memang memiliki tujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan kecil untuk go public. Tawaran tersebut pun membuat Rocket Lab bernilai US$4,1 miliar (sekitar Rp59 triliun) dan terdaftar di bursa saham Nasdaq pekan ini.

Dengan pendanaan tersebut, CEO dari Rocket Lab, Peter Beck dalam keterangan resminya mengatakan bahwa pihaknya dapat menurunkan biaya pengiriman satelit kecil ke luar angkasa bagi universitas yang ingin melakukan eksperimen ke bulan, Mars, maupun Venus.

Perusahaan ini mulai debutnya dalam ekspedisi luar angkasa dengan mengembangkan roket kecil yang mereka namai Elektron, untuk misi-misi peluncuran satelit skala kecil. 

Roket kecil ini memiliki tinggi 17 meter dengan biaya peluncuran sekitar $ 7,5 juta (setara dengan 107 miliar rupiah) per proyek. Roket tersebut dapat membawa muatan seberat 300 kg ke orbit rendah Bumi dan telah melakukan 97 peluncuran yang sukses sejak memulai debutnya pada tahun 2017.

"Ketika kami meluncurkan Electron, kami mendapatkan banyak permintaan proyek ekspedisi. Banyak perusahaan lain yang juga mencoba melakukannya tetapi tersingkir karena memang peluncuran roket ini sulit," papar Peter Beck seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Senin (8/3).

"Menjalankan perusahaan peluncuran roket seperti ini bagai berlari di labirin di malam hari," imbuh pria asal Selandia Baru itu. 

Setelah mendapatkan suntikan modal tersebut, Beck mengungkapkan rencana perusahaannya akan membangun roket baru yang lebih besar yang dijuluki Neutron.

Roket Neutron akan memiliki tinggi sekitar 40 meter, memiliki modul peluncur yang dapat digunakan kembali serta mampu membawa hingga 8.000 kg material dalam penerbangannya.

Wahana luar angkasa ini terinspirasi dari proyek peluncuran paling gemilang sepanjang masa Roket Soyuz milik Rusia yang memulai debutnya pada tahun 1966. 

Soyuz sendiri telah  lebih dari 1.700 penerbangan sejak debutnya pada tahun 1966,dengan kapasitas muatan yang relatif kecil.

"Soyuz adalah salah satu roket paling handal yang pernah dibuat, jadi kami terinspirasi oleh roket tersebut saat mengembangkan Neutron," aku Beck.

Dia menambahkan bahwa Neutron juga akan dapat membawa astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) serta fasilitas luar angkasa lainnya yang mengorbit di atas Bumi. 

Persaingan

Kini Rocket Lab telah setara dengan SpaceX yang merupakan pelaku utama dalam industri ekspedisi luar angkasa ini. Keduanya  menyediakan layanan peluncuran fungsional maupun reguler untuk pelanggan yang ingin melakukan ekspedisi luar angkasa. 

"Permintaan pasar di sektor ini cukul besar, Anda tidak dapat mengharapkan hanya pada satu perusahaan peluncuran komersial," ujar Beck.

Akhir tahun ini rencananya Rocket Lab akan mulai bekerja dengan NASA untuk meluncurkan satelit kubus 'CubeSat' ke orbit bulan sebagai bagian dari misi awal untuk mendukung program Artemis. (M-2) 

Baca Juga

Dok. JFW 2022

Koleksi Adaptasi Masa Disrupsi di JFW 2022

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 29 November 2021, 17:10 WIB
JFW 2022 telah berlangsung 25 - 28 November...
Dok. Sejauh Mata Memandang/ Jakarta Fashion Week/ Tiktok Indonesia

Sejauh Mata Memandang dan Dian Sastrowardoyo Ajak Cintai Bumi lewat Fesyen

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 29 November 2021, 16:15 WIB
Koleksi kolaborasi mereka ditampilkan di Jakarta Fashion Week...
Promobot

Perusahaan ini Tawarkan Rp2 Miliar buat Relawan yang Bersedia 'Pinjamkan' Wajahnya untuk Robot

👤Irana 🕔Senin 29 November 2021, 15:59 WIB
Produsen robot Promobot saat ini sedang mencari wajah untuk robot humanoid berikutnya, yang akan digunakan di hotel, pusat perbelanjaan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya