Senin 08 Maret 2021, 13:00 WIB

Meghan Markle Mengaku Nyaris Bunuh Diri Saat Hamil Archie

Putri Rosmalia | Weekend
Meghan Markle Mengaku Nyaris Bunuh Diri Saat Hamil Archie

Joe Pugliese/ Harpo Productions/ AFP
Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam wawancara dengan Oprah yang tayang, Senin (8/3).

WAWANCARA Pangeran Harry dan Meghan Markle bersama Oprah Winfrey, yang telah digadang-gadang sejak tahun lalu, akhirnya tayang Senin (8/3) pagi wib atau Minggu malam waktu Amerika Serikat. Seperti dalam cuplikan yang telah dikeluarkan beberapa waktu lalu, wawancara yang tayang di CBS ini penuh pengungkapan yang kontroversial.

Salah satu yang cukup mengejutkan, Meghan Markle mengaku begitu tertekan hidup di dalam lingkungan kerajaan hingga nyaris bunuh diri saat mengandung Archie. "Saat itu meski tak kukatakan dengan lantang, aku tahu aku akan melakukannya (bunuh diri). Aku berada dalam ketakukan yang parah," ujar Meghan kepada Oprah sambil berurai air mata.

Perempuan yang bergelar Duchess of Sussex itu juga mengungkapkan jika pemikiran bunuh diri ia ungkapkan kepada Harry pada Januari 2019 di kediaman mereka di Windsor Castle. Sejak itu Harry selalu mendampingi dan berusaha mencari pertolongan bagi sang istri yang tengah hamil lima bulan. Namun Departemen SDM yang dimiliki istana tidak memberikan bantuan dengan alasan jika Meghan bukanlah pegawai yang menjadi tanggungan departemen itu.

Dalam wawancara selama dua jam yang ditonton sekitar 10 juta orang di seluruh dunia itu masih banyak lagi klaim-klaim mencengangkan yang diungkapkan pasangan yang memutuskan mundur dari tugas kerajaan pada 2020 dan kemudian menetap di Amerika Serikat.

Hal lain yang diklaim Meghan adalah perlakuan rasis kerajaan terhadap ia dan anaknya. Hal itu didasari Meghan atas keputusan istana yang tidak memberi sang putra fasilitas keamanan dan gelar pangeran. "Dalam bulan-bulan saat saya hamil itu, pembicaraan tentang dia (Archie) tidak akan diberi fasilitas keamanan, tidak akan diberi gelar, dan juga pembicaraan dan kekhawatiran soal seberapa gelap kulitnya saat dia lahir nanti," tutur Meghan yang mengungkapkan kini tengah mengandung anak perempuan.

Berbagai hal tersebut menurut Meghan yang membuat ia dan Harry memutuskan untuk keluar dari kerajaan. Ia mengaku memang pada awalnya merasa diterima namun kemudian ia merasa dikekang dan tidak bisa bebas berpendapat. 

Mantan aktris itu bahkan menyamakan pengekangan dari keluarga kerajaan dengan situasi lockdown di pandemi itu. Sebab itu pemikiran untuk keluar dari keluarga kerajaan diakui Harry dan Meghan sudah muncul sejak enam bulan setelah pernikahan mereka.

Harry yang juga bergabung dalam wawancara juga menyatakan kekecewaan terhadap keluarganya, khususnya Pangeran Charles yang ia rasa kurang memberi dukungan dan membela Meghan. Ia juga mengaku jika sang ayah tidak menyambut teleponnya di masa-masa setelah ia dan Meghan mengumumkan keluar dari keluarga kerajaan. 

Wawancara tersebut tampaknya bakal membuat hubungan Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan lainnya makin tegang. Walaupun mereka berdua mengatakan jika wawancara ini merupakan kali terakhir mereka bicara konflik keluarga itu dan selanjutnya ingin melanjutkan hidup namun dampak wawancara tersebut bisa jadi justru membuat banyak masalah lain. (M-1)

Baca Juga

Yuri KADOBNOV / AFP

Nasib Seniman Rusia dan Wajah Kota yang Berubah

👤Adiyanto 🕔Kamis 15 April 2021, 07:10 WIB
Beberapa pihak khawatir Moskow akan kehilangan bagian penting dari karakternya dengan modernisasi yang tumpul...
 Boris HORVAT / AFP

Anak Berusia 9 Tahun Beri Nama Spesies Baru Spons Laut di Inggris

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 15 April 2021, 06:05 WIB
Karena ejaan 'parpal' (ungu) yang khas Norflok, membuat para ahli bersepakat secara bulat dengan usulan anak sembilan tahun...
Sajjad HUSSAIN / AFP)

Kebiasaan Mengonsumsi Madu Ternyata Sudah Dimulai 3.500 Tahun Lalu

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 15 April 2021, 04:10 WIB
Wilayah ekskavasi Breunig bersama Dunne di Nok kini dianggap sebagai situs perburuan madu tertua yang pernah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya