Jumat 05 Maret 2021, 10:12 WIB

Menelisik Museum Perdana tentang Islam di Australia

Deden M Rojani | Weekend
Menelisik Museum Perdana tentang Islam di Australia

Facebook Islamic Museum of Australia
Islamic Museum of Australia

Kedutaan Besar Australia di Jakarta baru-baru menyelenggarakan Virtual Tour ke Islamic Museum of Australia (IMA) di Melbourne, Australia.

Emma Bourke, Sekretaris Urusan Publik Kedutaan Besar Australia Jakarta, menjelaskan, dalam tur daring itu peserta akan menjelajahi koleksi seni dan artefak Islam yang beragam dari IMA, serta mempelajari tentang kontribusi signifikan yang telah diberikan oleh masyarakat Islam terhadap sejarah dan budaya Australia.

"Museum ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Australia untuk melihat dan mempelajari tentang keharmonisan komunitas di Australia dan memfasilitasi pengetahuan tentang nilai-nilai dan kontribusi muslim bagi masyarakat Australia melalui beragam jenis konten dan kegiatan interaktif," jelasnya, Rabu (3/3) dalam tur virtual yang ditayangkan dalam kanal youtube Kedubes Australia Jakarta.

Emma mengungkapkan, tur tersebut juga akan mengeksplorasi hubungan bersejarah antara komunitas nelayan dari Sulawesi Selatan dan Penduduk Asli Australia.

"Sejarah panjang antara Australia dan Indonesia sejak tahun 1700an, ketika para pedagang muslim dari Makassar melakukan perjalanan ke pantai utara Australia untuk melakukan perdagangan dengan orang-orang Yolŋu di Arnhem Land," jelasnya.

Hubungan tersebutlah, kata Emma, yang membentuk pengaruh yang mendalam antara kedua kebudayaan dalam bahasa dan seni.

Tur virtual ini bertujuan memberikan pengalaman pendidikan dan lintas budaya serta memamerkan warisan seni budaya Muslim di Australia.

Islamic Museum of Australia adalah sebuah yayasan nirlaba yang didirikan pada Mei 2010 dengan tujuan pendiriannya sebagai Museum Islam pertama di Australia. 

IMA menampilkan beragam seni Islam termasuk arsitektur, kaligrafi, lukisan, kaca, keramik, dan tekstil. 

Museum Islam Australia ini terdiri dari 5 bagian, yang dikategorikan berdasarkan dari isi yang dipamerkan oleh pihak museum.

1. Islamic Faith

Galeri Iman Islam mendorong refleksi dan interpretasi pribadi melalui panel dan objeknya, termasuk Al-Qur'an yang berusia lebih dari 200 tahun. Di Galeri ini, para tamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang keimanan Islam termasuk lima pilar: deklarasi iman, ritual sholat harian, pembayaran zakat, puasa selama Ramadhan, dan haji ke Mekkah.

2. Islamic Contribution to Civilisations

Galeri Kontribusi Islam untuk Peradaban menampilkan kontribusi Zaman Keemasan Islam di bidang kedokteran, teknik, kimia, filsafat, astronomi sastra, dan banyak lagi. Galeri ini juga menyoroti penemuan Muslim seperti konsep angka, aljabar, sabun alkali, camshaft dan kamera lubang jarum, dan penemuan Islam lainnya yang telah mempengaruhi budaya Eropa.

3. Islamic Art

Seni Islam mencakup seni visual yang dihasilkan oleh mereka yang hidup dalam peradaban Islam dan tanah berpenduduk Muslim sejak abad ke-7 M dan seterusnya. Sulit untuk didefinisikan karena banyaknya daerah dan masyarakat yang dicakupnya, Seni Islam bukanlah suatu bentuk seni, juga tidak ditentukan oleh tempat atau waktu. Selama berabad-abad, Seni Islam telah mencerminkan lingkungan budaya dan sosial, merangkul elemen sekuler dan religius dari peradaban pada masanya.

Dari karya seni mosaik yang sangat indah, hingga papan selancar dengan karya seni yang dihiasi dengan desain yang terinspirasi Islam, Galeri Seni Islam menawarkan ruang yang tenang dan tenteram. Banyak objek yang dipamerkan adalah karya seniman kontemporer Australia yang mengeksplorasi tema identitas, keyakinan, dan budaya melalui kerajinan mereka.

4. Islamic Architecture

Arsitektur Islam, dengan mempertahankan kekuatan besar dari fondasi spiritual yang kokoh, mencakup berbagai bangunan dan gaya sekuler dan religius dari abad ke-7 M di Timur Tengah yang tersebar di seluruh dunia hingga saat ini. Kosakata asli yang sangat kompleks dan berkembang dari waktu ke waktu dari jenis arsitektur Islam utama di masjid, makam, istana, benteng, sekolah dan bangunan perkotaan.

Galeri ini memamerkan bangunan keagamaan seperti Masjid Biru bersejarah di Turki, Masjid Agung Cordoba di Spanyol, dan Masjid Sheikh Zayed modern di Dubai. Para tamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang sejarah arsitektur Islam yang kaya dan perkembangan modern.

5. Australian Muslim History

Galeri ini menyoroti sejarah dan kontribusi Muslim Australia. Melalui tampilan Boundless Plains, Museum menelusuri sejarah Muslim Australia - dari Makassans hingga penunggang unta Afghanistan dan seterusnya. Galeri ini juga menampilkan migrasi Muslim dari Turki, Albania, Bosnia, dan Lebanon ke Australia pada abad ke-20, dan diakhiri dengan tampilan inspirasi Muslim Australia yang bekerja di bidang seni, olahraga, politik, media, dan bisnis saat ini. (M-2) 

Baca Juga

Sajjad HUSSAIN / AFP)

Kebiasaan Mengonsumsi Madu Ternyata Sudah Dimulai 3.500 Tahun Lalu

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 15 April 2021, 04:10 WIB
Wilayah ekskavasi Breunig bersama Dunne di Nok kini dianggap sebagai situs perburuan madu tertua yang pernah...
123RF/Katarzyna Białasiewicz

Ini yang Dapat Dilakukan untuk Melalui Masa Duka

👤Irana 🕔Rabu 14 April 2021, 23:11 WIB
Duka adalah proses yang cukup sepi tanpa kita perlu mengisolasi...
Ist

Mengenal Keunggulan Daging Sapi Khas Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 22:45 WIB
Daging sapi wagyu fullblood merupakan daging yang berasal 100% dari genetika sapi Jepang dan dibesarkan dengan menggunakan teknik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya