Selasa 02 Maret 2021, 08:05 WIB

Pandemi Memorak-morandakan Kehidupan para Model

adiyanto | Weekend
Pandemi Memorak-morandakan Kehidupan para Model

BERTRAND GUAY / AFP
Seorang model mengenakan busana karya Christian Dior pada sesi pemotretan di Paris, 28 Februari 2021

"Pekan mode apa?" kata model Prancis Christelle Yambayisa, setengah bercanda saat ditanya tentang Paris Fashion Weeks.

Biasanya, di sepanjang tahun ini, para fashionista dunia akan berbondong ke Paris untuk menyaksikan koleksi pakaian wanita terbaru di ajang pekan mode dunia tersebut.

Namun, kini ajang itu beralih ke virtual karena pandemi. Para model pun harus menemukan cara baru untuk menjaga karier mereka tetap berjalan.

Yambayisa, model berkulit hitam yang tinggal di Paris, berhasil menyibukkan diri selama lockdown pertama diberlakukan setahun yang lalu. Sejumlah rumah mode mengirim pakaian apartemennya lalu pacaranya memotret dia saat mengenakan koleksi busana-busana tersebut.

"Agak kacau, tapi berhasil," katanya, tertawa.

Kini, ketika sejumlah butik dibuka sementara selama musim panas, dia mendapat keuntungan yang tidak terduga, karena dengan masih adanya pembatasan perjalanan, berarti lebih sedikit model kulit hitam dari Amerika Serikat dan Inggris.

"Saya telah bekerja lebih banyak, seperti semua model kulit hitam di Paris," katanya kepada AFP.

Desainer Julien Fournie mengatakan dia juga harus menemukan model Prancis pada detik terakhir untuk film haute couture-nya di Paris pada Januari lalu, setelah seorang model asa Belarusia ditolak masuk ke negeri itu.

Di sisi lain, sebagian model merasa senang  dan bisa sedikit lebih santai karena pekan mode (Paris fashion Weeks) dialihkan ke virtual lantaran pandemi. Pekan mode adalah penentu kecepatan karier seorang model, seperti halnya  atlet yang bersiap-siap untuk bertanding.

“Kami harus mulai latihan, tidur lebih awal agar bugar saat casting dimulai. Ajang itu penting tidak penting untuk meningkatkan profil Anda," kata Yambayisa

Menurut dia, dengan digelarnya ajang itu secara virtual sedikit merugikan para model. Untuk tampil di ajang pekan mode dunia itu, seorang model setidaknya bisa dibayar 4.000 euro, bahkan 50.000 euro untuk yang sudah punya nama/terkenal.

Bagi model asal Turki, Oyku Bastas yang dilarang terbang karena adanya pembatasan perjalanan, ia tidak memiliki penghasilan. "Saya tidak mendapatkan pekerjaan apa pun selama enam bulan. Saya berada di Turki, semua perjalanan ditutup." ujarnya,

Sebelumnya, ia bisa mendapatkan hingga 7.000 euro tiap tampil di pekan mode seperti Paris dan New York. Uang itu, kata dia, cukup untuk melanjutkan studinya selama tiga bulan.

Beruntungnya, kini dia bisa pergi ke New York menggunakan visa AS miliknya yang belum kadaluarsa untuk sebuah sesi pemotretan. "Tapi hanya ada satu sesi per hari dan tidak setiap hari. Bayarannya pun tidak sama," katanya.

Itu pun masih dibayangi risiko tertular virus korona. Makanya, para model ini begitu ketat menjalani protokol kesehatan. Bastas mengatakan dia melakukan dua kali tes swab dalam seminggu, sementara Yambayisa total telah melakukan 39 kali tes.

Saat Paris Fashion Weeks tahun lalu digelar secara langsung pada September, beberapa orang tertular covid-19.  "Para penata rias tentu tidak mensterilkan tangan mereka seperti ahli bedah," kata Ekaterina Ozhiganova, dari organisasi hak model di Paris. (AFP/M-4)

 

Baca Juga

Yuri KADOBNOV / AFP

Nasib Seniman Rusia dan Wajah Kota yang Berubah

👤Adiyanto 🕔Kamis 15 April 2021, 07:10 WIB
Beberapa pihak khawatir Moskow akan kehilangan bagian penting dari karakternya dengan modernisasi yang tumpul...
 Boris HORVAT / AFP

Anak Berusia 9 Tahun Beri Nama Spesies Baru Spons Laut di Inggris

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 15 April 2021, 06:05 WIB
Karena ejaan 'parpal' (ungu) yang khas Norflok, membuat para ahli bersepakat secara bulat dengan usulan anak sembilan tahun...
Sajjad HUSSAIN / AFP)

Kebiasaan Mengonsumsi Madu Ternyata Sudah Dimulai 3.500 Tahun Lalu

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 15 April 2021, 04:10 WIB
Wilayah ekskavasi Breunig bersama Dunne di Nok kini dianggap sebagai situs perburuan madu tertua yang pernah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya