Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Di sebuah desa di Oman, tepatnya Desa Misfat al-Abriyeen, sebagian penduduknya sejak berabad-abad silam biasa membangun rumah dari batu bata bercampur lumpur dengan atap pelepah daun lontar. Namun, rumah-rumah yang terletak di atas bukit itu, telah lama terbengkalai ditinggal penghuninya lantaran takut roboh.
Namun, pada 2010, pemukiman itu disulap jadi kawasan wisata dengan deretan hotel butik yang dibangun di bekas rumah-rumah kuno tersebut.
Kondisi jalan sempit di desa dengan 800 penduduk yang terletak di lereng gunung itu, telah direnovasi agar orang asing dan penduduk lokal bisa menikmati mencari petualangan di gurun dan sudut hijau negara kesultanan itu.
Penduduk desa Yacoub al-Abri mengatakan semuanya dimulai pada 2010 ketika pamannya menyarankan agar mereka melihat lagi rumah-rumah lumpur yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun di pemukiman kuno, sekitar tiga jam perjalanan dari ibu kota Muscat.
“Idenya adalah untuk menggabungkan lingkungan sederhana dan alami dari kehidupan kuno Oman dengan sentuhan modern yang memberikan kenyamanan dan keamanan," kata Abri kepada AFP.
Rumah berdinding krem, terbuat dari batu bata lumpur dengan atap pelepah lontar itu, diubah menjadi penginapan sederhana namun elegan dilengkapi dengan kayu dan tekstil tradisional.
Lima tahun setelah ide itu dilontarkan, hotel butik pertama keluarga itu mulai berdiri dan menginspirasi penduduk lainnya di desa itu untuk mengikuti jejak mereka.
“Kami mulai dengan lima kamar saja, lalu kami tambah jumlahnya dan beli rumah-rumah tua lainnya. Saat ini kami punya 15 kamar dan ada rencana menambah hingga mencapai 50 kamar,” kata Abri.
Cerita jin
Desa Misfat al-Abriyeen memiliki faktor yang bagus untuk jadi area wisata. Berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter (3.300 kaki), desa kecil yang merupakan rumah bagi suku Abri ini, memiliki sejumlah rumah tradisional yang menawan. Rumah-rumah itu terletak di sepanjang puluhan gang kecil yang menghadap ke daratan yang dipenuhi tanaman pisang dan pohon jeruk serta palem.
Desa ini adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai ‘Grand Canyon of Oman’, di mana wisatawan dapat mendaki gunung dan lembah berbatu, serta menjelajahi budaya masyarakat setempat.
Selama berabad-abad, wilayah ini juga terkenal dengan cerita tentang jin atau roh dalam bentuk manusia, yang menjadi urban legend di negara ini. “Tinggal di sini seperti perjalanan menuju dunia yang tenang dan damai. Bahkan, makanan yang disediakan di sini dimasak di rumah-rumah oleh penduduk desa,” tutur Abri.
Menurut salah seorang pemilik hotel, pada 2019 lalu, sekitar 5 ribu turis dari Jerman, Prancis, dan negara dari kawasan teluk lainnya, tinggal di butiknya. Menurutnya, selama periode itu tingkat hunian tahunan rata-rata mencapai 90%, meningkat jika dibandngkan pada 2015 yang rata-rata mencapai dibandingkan dengan hanya 800 orang.
Tarif menginap di rumah tua yang berusia berabad-abad itu bervariasi antara US$90 dan US$180 (sekitar Rp1,2 juta hingga Rp2,5 juta) per malam, tergantung jenis ruangan dan musim.
Diversifikasi ekonomi
Oman, negara berpenduduk lima juta orang itu telah mencoba mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak sejak harga minyak mentah anjlok tujuh tahun lalu. Pariwisata telah lama menjadi sumber pendapatan kedua yang memanfaatkan kekayaan warisan bangsa, garis pantai yang indah, dan medan yang menakjubkan.
Mengembangkan industri (pariwisata) ini dipandang sebagai penyelamat paling potensial, setelah pembatasan virus korona berdampak buruk pada perekonomian negeri itu.
Sekitar 3,5 juta turis mengunjungi Oman pada 2019, dan mereka menargetkan menarik 11 juta wisatawan pada 2040.
Renoda, turis Belanda yang menginap di Muscat bersama tiga temannya, mengatakan desa itu menjadi tempat wisata favoritnya. "Mungkin ini ke-10 kalinya saya mengunjungi hotel ini sejak tahun lalu. Inilah yang kami butuhkan sekarang untuk menyepi. Saya datang ke sini untuk satu atau dua malam setiap bulan mencari ketenangan, relaksasi, dan kenyamanan," ujarnya. (AFP/M-4)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Program Stay 24 Hours diberlakukan selama 1 hingga 28 Februari 2026 sebagai promosi awal, seiring dengan pertama kalinya inovasi layanan ini digencarkan oleh Next Hotel Yogyakarta
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved