Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah penelitian mengungkap bahwa mengonsumsi alpukat secara teratur baik untuk kesehatan usus.
Buah alpukat dianggap sebagai lemak yang baik dan telah lama dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang positif.
Tim dari University of Illinois meneliti lebih lanjut bagaimana lemak dan serat yang terkandung dalam buah alpukat berdampak pada mikrobiota usus.
Penulis utama Sharon Thompson, seorang mahasiswa pascasarjana dari Division of Nutritional Sciences di Universitas, mengatakan bahwa kandungan alpukat telah lama mengurangi konsentrasi kolestrol darah.
“Kami tahu makan alpukat membantu Anda merasa kenyang dan mengurangi konsentrasi kolesterol darah, tetapi kami tidak tahu bagaimana hal itu mempengaruhi mikroba usus, dan metabolitnya. mikroba yang dihasilkan,” ungkapnya dilansir dari diabetes.co.uk, Selasa (16/2).
Peneliti utama, Dr Hannag Holscher, dari Departemen Ilmu Pangan dan Nutrisi Manusia di Universitas, menambahkan bahwa tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengeksplorasi efek konsumsi alpukat pada mikrobiota saluran cerna.
“Tujuan kami adalah untuk menguji hipotesis bahwa lemak dan serat dalam alpukat berpengaruh positif terhadap mikrobiota usus. Kami juga ingin mengeksplorasi hubungan antara mikroba usus dan hasil kesehatan,” ujarnya.
Sebanyak 163 orang dewasa berusia antara 25 dan 45 tahun dilibatkan dalam percobaan tersebut. Beberapa dari mereka kelebihan berat badan atau obesitas tetapi sehat.
Selama penelitian, beberapa peserta laki-laki diberi 175g alpukat dan perempuan 140g setiap hari selama 12 minggu.
Selama uji coba, setiap relawan diminta untuk memberikan sampel darah, urin, dan feses. Mereka juga harus mencatat berapa banyak mereka makan untuk setiap makanan yang diberikan.
Penemuan tersebut menunjukkan bahwa orang yang makan alpukat setiap hari memiliki jumlah mikroba yang lebih besar dalam usus mereka yang merupakan bagian integral untuk memecah serat dan menghasilkan metabolit yang mendukung kesehatan usus.
Tim peneliti juga menemukan bahwa mereka yang termasuk dalam kelompok alpukat mengonsumsi lebih banyak kalori, tetapi ada lebih banyak lemak yang dikeluarkan melalui tinja. (diabetes.co.uk/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved