Selasa 26 Januari 2021, 07:45 WIB

Benarkah Tontonan Alam Sama Manfaatnya dengan Pergi Langsung?

Fathurrozak | Weekend
Benarkah Tontonan Alam Sama Manfaatnya dengan Pergi Langsung?

Unsplash/ Holly Mandarich
Ahli tata suara yakin jika dampak menikmati tayangan alam sama dengan menikmati langsung.

TIM peneliti di University of Exeter, Inggris bekerja sama dengan BBC melakukan eksperimen daring yang inovatif. Mereka tengah memahami cara terbaik untuk memberikan manfaat dari alam bagi mereka yang terjebak di dalam ruangan.

Sejumlah penelitian selama 40 tahun terakhir menunjukkan, manusia merasa paling bahagia dan paling sehat adalah ketika berada di alam - mulai dari melihat, mendengar, dan menghirup udara bebas. Namun, tidak semua orang memiliki kemewahan untuk ke luar rumah. Terlebih, ketika situasi pandemi saat ini, yang membatasi mobilitas banyak orang.

Di luar situasi pandemi pun, mengutip data tahun lalu dari Worldometers, sebesar 56,4% dari total sekitar 270-an juta populasi di Indonesia tinggal di wilayah urban. 

“Apa yang kami coba lakukan dalam eksperimen ini adalah benar-benar mengeksplorasi semua cara berbeda yang membuat orang dapat merasakan manfaat dari alam meski berada di dalam rumah,” kata Alex Smalley dari University of Exeter, yang ikut menjalankan proyek tersebut., dikutip dari BBC, Senin, (25/1).

Pengalaman alam maya

Eksperimen ini adalah bagian dari proyek yang disebut Soundscapes for Wellbeing, yang menghadirkan pengalaman digital alam kepada audiens di Inggris. Proyek ini meluncurkan portal Sound Effects BBC (https://sound-effects.bbcrewind.co.uk/), yang menampilkan lebih dari 33 ribu suara dari seluruh dunia, termasuk 17 ribu suara alam. 

Situs itu memungkinkan publik untuk membuat dan mencampur bentang suara (soundscapes) dari rekaman yang tersedia. Situs ini bisa diakses bukan hanya untuk wilayah Inggris, melainkan juga Indonesia.

“Beberapa dari kita mungkin hanya melihat ke luar jendela atau ke screensaver - ini bisa menjadi pengalaman yang sangat pasif dan sunyi. Orang lain mungkin terlibat dalam menonton film dokumenter alam. Dan tentu saja film dokumenter tentang alam menggabungkan perpaduan indah antara musik dengan pemandangan alam,” kata Smalley.

Ia pun mengatakan, mungkin saja sebagian orang lebih menikmati  mendengarkan rekaman suara alam dengan headphone mereka, alih-alih menonton tayangan. “Tapi sebenarnya kita hanya memiliki sedikit pemahaman tentang bagaimana setiap jenis pengalaman itu dapat memengaruhi kesejahteraan kita,” lanjut Smalley.

‘Eksperimen unik’ dari peneliti dan BBC pun ditujukan untuk membantu memahami emosi yang dirasakan orang ketika mereka menonton pemandangan alam secara daring atau di televisi. Saat orang mengklik tautan soundscapes for wellbeing, (https://canvas-story.bbcrewind.co.uk/soundscapesforwellbeing/), mereka akan diminta untuk menonton video tiga menit yang disebut ‘pengalaman alam maya’. Dalam eksperimen ini, yang didengarkan orang-orang akan berbeda, dan dipilih secara acak.

“Beberapa orang mungkin menemukan sesuatu yang berfokus pada pengalaman visual, yang lain mungkin menemukan sesuatu yang lebih berfokus pada suara,” jelas Smalley.

Peserta kemudian diminta untuk memberikan informasi tentang emosi yang mereka alami saat menonton video. Di antara mereka yang telah berkontribusi pada proyek tersebut adalah komposer film pemenang penghargaan Nainita Desai, dan perekam suara Chris Watson, yang telah bekerja dengan David Attenborough selama 30 tahun. 

Watson yakin, pengalaman virtual tentang alam bisa sama bermanfaatnya dengan berada di luar ruangan.
“Salah satu aspek yang membebaskan dari mendengar suara adalah Anda tidak perlu berada di tengah hujan atau merasa tidak nyaman atau berjalan bermil-mil untuk pergi ke suatu tempat. Kita bisa memperlambat, kita bisa menginternalisasi suara itu dan memikirkannya dengan cara yang cukup menarik dan kreatif,” kata Watson.

“Dan ini bukan hanya sekedar keinginan artistik. Suara semacam ini dan cara kita mendengarkannya serta pengaruhnya terhadap kita, penting bagi kesehatan dan kesejahteraan psikologis kita,” lanjutnya.

Eksperimen ini menjadi sangat relevan mengingat pembatasan mobilitas pada situasi pandemi covid-19. Tapi Smalley mengatakan perencanaan untuk penelitian ini sebenarnya dimulai sebelum pandemi.
“Berpikir tentang orang-orang yang mungkin pulih dari operasi ... atau orang-orang yang mungkin terjebak dalam perawatan jangka panjang dan secara fisik tidak bisa keluar,” ungkap Smalley mengatakan tujuan semula eksperimen ini dirancang.

Para peneliti pun berharap dapat mempublikasikan temuan awal mereka pada musim panas (sekitar Juni).
“Apa yang tidak pernah benar-benar kami lakukan adalah menganggap pengalaman digital ini sebagai pertemuan, dalam hak mereka sendiri. Kami mengatakan, menonton alam melalui tayangan TV atau di komputer Anda, bukan hanya pengganti yang buruk untuk hal yang nyata, sebenarnya ini bisa menjadi pengalaman terapeutik dan itulah yang kami harapkan untuk dijelajahi lebih lanjut,” tutup Smalley. (M-1)

Baca Juga

MyHeritage

Teknologi ini 'Hidupkan' Foto Lawas Orang-Orang yang Telah Wafat

👤Bagus Pradana 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 10:34 WIB
Nyaris seperti dalam semesta imajinasi Harry Potter, foto-foto ini dapat menoleh dan...
Pompeii Sites/DailyMail

Bukan cuma Wajah, Lukisan Kuno ini juga Kinclong Berkat Laser

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 26 Februari 2021, 20:59 WIB
Para arkeolog berhasil merestorasi lukisan usia 2.000 tahun di situs kuno...
Youtube the Late Late Show

Pangeran Harry Curhat di Acara James Corden

👤Bintang Krisanti 🕔Jumat 26 Februari 2021, 19:00 WIB
Sembari naik bus tingkat terbuka keliling kota Los Angeles, Harry mengungkapkan alasan pergi dari Keluarga Kerajaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya