Selasa 23 Juni 2020, 16:00 WIB

Sering Kesepian Bisa Melemahkan Otak

Abdillah Marzuqi | Weekend
Sering Kesepian Bisa Melemahkan Otak

Unsplash
Studi itu dilakukan dua ilmuwan Stanford University dan Dartmouth College menunjukkan dampak kesepian pada otak. 

MEDIA sosial bukan satu-satunya alat pelacak jaringan sosial, otak pun demikian. Sayangnya, kerja otak akan mengalami perubahan ketika seseorang terlalu sering kesepian. 

Demikian hasil studi terbaru yang diterbitkan JNeurosci pekan lalu dengan judul Self-other representation in the social brain reflects social connection (Representasi diri-orang lain dalam otak sosial mencerminkan hubungan sosial). Studi itu dilakukan dua ilmuwan yakni Andrea L. Courtney dari Stanford University dan Meghan L. Meyer dari Dartmouth College. 

Dilansir Sciendaily.com, beradasarkan penelitian tersebut, bagian otak yang disebut medial prefrontal cortex (mPFC) memelihara peta terstruktur dari lingkaran sosial berdasarkan kedekatan. Orang yang sering menggalami kesepian akan merasakan adanya jarak atau kesenjangan antara diri sendiri dan orang lain. Kesenjangan itulah yang tercermin dalam pola aktivitas mPFC.

"Otak sosial muncul untuk memetakan ikatan interpersonal kita, dan perubahan dalam peta ini dapat membantu menjelaskan pernyataan individu yang kesepian seperti 'banyak orang di sekitar saya tetapi mereka tidak bersama saya'," tegas para peneliti.

Courtney dan Meyer menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional untuk memeriksa aktivitas otak saat seseorang memikirkan 16 sosok yang terdiri dari diri sendiri, 5 teman dekat, 5 kenalan, dan 5 pesohor publik. "Selain itu, mereka diminta mengungkapkan kedekatan subyektif dengan masing-masing target dan kesepian mereka," tambah peneliti.

Ternyata, saat seseorang memikirkan sosok yang dekat dengan dirinya, tercipta pola otak yang mirip dengan pola saat ia memikirkan dirinya. Hal itu berlaku linier. Artinya, semakin dekat figur yang dipikirkan, semakin mirip pula dengan pola aktivitas mPFC saat seseorang memikirkan dirinya sendiri.


Pola otak itu berbeda untuk individu yang kesepian. Ada perbedaan antara aktivitas mPFC saat seseorang berpikir tentang diri berbeda dengan aktivitas mPFC yang berkaitan dengan berpikir tentang orang lain. Sedangkan aktivitas mPFC saat memikirkan orang lain terlihat mirip dengan semua kategori sosial. Dengan kata lain, orang yang kesepian memiliki representasi saraf 'kesepian' terkait dengan hubungan sosial. "Pada bagian otak khusus itu, kesepian melemahkan saraf yang merepresentasikan kedekatan antara diri dan orang lain," jelas peneliti. (M-1)

Baca Juga

DOK. PRIBADI

Pritta Novia Lora Damanik Selalu Ada Jalan untuk Kerja Kemanusiaan

👤FATHURROZAK 🕔Minggu 06 Desember 2020, 04:35 WIB
TANGGAL 5 Desember selalu diperingati sebagai Hari Relawan Internasional...
Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/BNPB/Tim Riset MI-NRC

Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Pengungsian

👤Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/BNPB/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 06 Desember 2020, 04:30 WIB
TERHITUNG sejak 1 Januari hingga 4 Desember 2020, BNPB mencatat 2.694 bencana terjadi di...
Dok. JFW 2021

Memori Keindahan Alam

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 06 Desember 2020, 03:40 WIB
PANDEMI memunculkan pengalaman akan rasa rindu yang besar pada banyak hal, salah satunya keindahan destinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya