Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSAMA Pure Saturday, Suar Nasution ialah ikon musik era 90-an. Namun, ia hengkang dari band yang dibentuknya itu, dan hiatus dari karier musik hingga kini. Suar kembali dengan format band baru, Suar.
Beranggotakan dua personel, Suar Nasution dan Yoga Patria. Pada 12 Juni lalu, mereka merilis lagu tunggal pertama, Terjadilah. Suatu karya untuk merayakan era british pop (britpop) dan jejak musik Suar Nasution.
Mendengarkan Terjadilah akan mengingatkan telinga para pengikut britpop dengan jejak bermusik Suar saat bersama Pure Saturday (PS). PS dibentuk pada 1994 dengan digawangi Suar bersama Aditya Ardinugraha, Yudistira Ardinugraha, Ade Purnama, dan Arief Handani. PS menjadi salah satu ikon indie pop era 90-an hingga 2000-an.
Pada Terjadilah, Suar seakan ingin membangkitkan kembali nuansa bermusiknya yang terakhir kali ia ‘tinggalkan’ sejenak. Namun, tidak serta-merta lagu tunggal berdurasi 4:10 menit itu digarap dengan nuansa lama. Perpaduan komposisi synthesizer juga isian drum loop pada aransemen ini cukup memberi kesan musik kini yang diterjemahkan Suar-Yoga.
“Secara lagu udah jadi, saat pertama. Ini awal terbentuk lagu itu juga karena Suar sering datang ke studio. Terus gue iseng mencoba merombak. Di situ gue melihat sebagai pemain juga, tetapi dari sisi luar gue juga bertindak sebagai produser. Bagaimana pemilihan sound harus tepat, bagannya bagaimana,” kata Yoga saat siaran langsung bersama @ kiosojokeos pada Rabu (17/6) malam.
Suar sebenarnya sudah punya beberapa materi yang cukup untuk dijadikan album. Terjadilah dipilih sebagai lagu tunggal pertama yang dirilis karena dirinya ingin membangkitkan memori pendengarnya dengan yang pernah diciptanya.
“Sekian karya yang saya punya sudah banyak. Kami memilih Terjadilah dengan nuansa yang dulu ingin saya tampilkan dan tidak hilang. Untuk mengembalikan memori orang-orang, terutama pendengar britpop dan era 90-an. Ingin me-refesh lagi. Supaya enggak kaget dengan kemunculan Suar sekarang ini. Kami ingin menampilkan mata rantai yang hilang supaya rantai selanjutnya terjalin, sesuatu yang hilang dari dunia musik,” papar Suar dalam kesempatan sama.
Ia menambahkan, “Lagu ini memang untuk refresh terlebih dulu dengan masa lalu sebelum saya keluarkan lagu-lagu yang sekarang. Supaya ada keterkaitan karya saya yang dulu dengan sekarang.”
Indikasi untuk segera merilis album juga tampaknya tidak lama lagi. Itu mengingat materi yang sudah terkumpul sejak Suar Nasution hiatus dari PS. Yoga Patria menuturkan, pada karya-karya terdepan juga akan berkarakter dari bermacam komposisi aransemen meski tidak meninggalkan gitar akustik. Bagi Yoga, timbre Suar juga menjadi salah satu kekhasan dari karya musik Suar nantinya. (Jek/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved