Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Keintiman dalam Selamat Ulang Tahun

MI
07/6/2020 00:35
Keintiman dalam Selamat Ulang Tahun
Nadin Amizah(Dok. Pribadi)

SEBELUM merilis album debutnya, Nadin Amizah, 20, sudah lebih dulu terlibat dengan karya-karya kolaboratif bersama Dipha Barus, juga Sal Priadi. Ia pun telah merilis sejumlah lagu tunggal (single) seperti Rumpang. Pada Album debut Selamat Ulang Tahun, warna dan karakter Nadin menjadi lebih utuh.

Duetnya bersama Dipha Barus dalam lagu All Good meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2017. Rumpang mengekor dengan penghargaan dari ajang serupa di tahun lalu.

Karena itu, karier bermusik Nadin menarik diikuti. Tanpa diawali lagu tunggal sebagaimana kebanyakan musikus lain, Kamis (28/5) lalu, di tanggal lahirnya itu, Nadin meluncurkan album bertajuk Selamat Ulang Tahun.

Isinya 10 trek yang sebagian besar minim instrumen. Semacam pertanda bahwa lirik tampaknya dipilih Nadin sebagai kekuatan album ini. Gitar dan piano merupakan instrumen utama dari hampir keseluruhan trek. “Mungkin karena aku merasa kekuatan terbesarku ada pada lirik.
Aku bukan orang yang musikalitasnya lumayan tinggi. Memang memikirkan dari segi instrumennya juga, tetapi merasa lebih pandai untuk berbicara melewati lirik,” kata Nadin kepada Media Indonesia, Kamis (4/6).

Ditilik dari karya-karya sebelumnya, Nadin cenderung menulis lirik bergaya nonliteral. Macam pada lagu Sorai atau Seperti Tulang. Pada album debutnya ini, lirik nonliteral masih ditemukan pada beberapa nomor. Namun, nomornomor dengan lirik literallah yang justru memunculkan keintiman.

Bertaut ialah salah satunya. Intim sebab memasukkan unsur personal seperti kata ‘Bun’, yang merujuk pada Bunda. Lagu ini menyoal hubungan anak dan ibunya.  Seperti potongan lirik ‘Bun, kalau saat hancur ku disayang. Apalagi saat ku jadi juara. Juga dalam penggalan: Keras kepalaku sama denganmu. Caraku marah, caraku tersenyum. Seperti detak jantung yang bertaut’. Kemudian, Beranjak Dewasa, Cermin, juga Taruh menjadi trek-trek yang liriknya bisa ditangkap secara harfiah.

Berbekal aransemen yang minim instrumen, Selamat Ulang Tahun menjadi penegas warna Nadin sebagai solois, dengan lagu-lagunya yang bernuansa liris. Minimnya instrumen yang masuk, juga mungkin jadi caranya agar pendengar berfokus pada cerita yang ada di setiap nomor Selamat Ulang Tahun. Menyimak album ini, bisa dikatakan Nadin cukup berhasil. (Jek/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya