Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ananda Badudu Awali Petualangan Baru

MI
26/4/2020 02:00
Ananda Badudu Awali Petualangan Baru
(Instagram @anandabadudu)

SAAT mendengar nama Ananda Badudu, yang terlintas ialah Banda Neira, kelompok musiknya bersama Rara Sekar yang bubar pada 2016.

Lama hiatus di dunia musik, Jumat (24/4) silam, Nanda kembali dengan lagu baru ciptaannya, Hiruplah Hidup, yang sekaligus menandai fasenya sebagai solois. Di lagu tunggalnya itu, kita tidak akan mendengarkan intro panjang seperti karyakarya Nanda sebelumnya. Justru, pria berusia 32 tahun itu langsung menghajar dengan lantunan lirik sejak detik pertama.

Kita juga dapat menyimak aransemen yang sekaligus mengontraskan dengan rekam jejak dalam karya-karya lalu. Hiruplah Hidup sejak mula diisi brass section yang turut dipadatkan dengan komposisi synthesizer alih-alih genjrengan gitar kopong.

Lagu ini merupakan warna baru Nanda. Synthesizer, piano, dan isian instrumen tiup menjadi punggung utamanya. Menurut Nanda, hal itu terilhami komposisi Gardika Gigih, lima tahun lalu, di Soundcloud, berjudul Sudah Dua Hari ini Mendung.

Butuh tiga tahun hingga akhirnya kolaborasi keduanya terwujud. Di samping Gigih, Nanda juga melibatkan komposer Indra Perkasa yang disebutnya punya peranan besar dalam menyorongkan warna musik baru, khususnya dari sisi instrumen.

“Jadi, gue sama Gigih datang ke Indra dengan suatu bagan. Pas bikin sama Gigih kepikiran karena kita ngomongin hirup yang artinya berkaitan dengan udara, alangkah lebih indahnya kalau misalnya dari segi instrumen, nyambung sama itu. Maka, kemudian pilih suara brass section, bagian awal itu dari suara brass,” jelas Nanda saat dihubungi via telepon, Kamis (23/4) malam.

Hiruplah Hidup yang berdurasi 4 menit 54 detik memiliki bagian instrumental yang cukup panjang. Sejak akhir menit ke-2 hingga tamat lagu, audiens dibiarkan dengan komposisi instrumental nonlirik. Sesuatu yang biasanya ditempatkan di awal bagian dalam karya Nanda sebelumnya.

“Pas zaman Banda Neira, bikin album pertama pake gitar doang. Nyanyinya juga masih naif. Saat itu, ya apa yang dimiliki, ya itulah. Sekarang udah enggak ingin seperti itu lagi. Sudah lewat fasenya. Merasa fase kemarin sudah cukup, ditutup dengan album Berjalan Lebih Jauh. Lalu fase yang lebih macammacamnya lagi di album Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti,” terang Nanda.

Ia menambahkan, “Setiap fase, ada petualangan sendiri. Di fase ini, gue memilih untuk berpetualang di instrumen dan penulisan lagu.”

Sikap atas perjalanan fase-fase yang ditempuh itu, yang tampaknya direpresentasikan dalam Hiruplah Hidup dengan makna yang lebih mengacu pada sikap positif, alihalih liris pesimistis. “Lagunya berbicara, apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini, enggak bisa diatur. Kadang ada baik, tapi ada buruk. Cuma setelah menerimanya, kemudian apa? Apakah pasrah atau berbuat sesuatu untuk menjadi lebih baik. Hiruplah Hirup mengajak untuk tidak pasrah. Kalau di bait ketiga, ada lirik (dan teruslah terus) berkeras mengarung.”

Pada fase ini, Nanda barangkali mencoba membangun kepercayaannya kembali dalam bermusik. Setelah hiatus, ia bangun lagi dengan persona yang lain. Proses penulisan lagu ditempuh dengan pendekatan menggunakan piano, bukan lagi gitar akustik. Pergantian instrumen ini pula yang dianggap Nanda membawa kembali gairah bermusiknya.

Hiruplah Hidup disiapkan menjadi trek dalam materi album barunya yang juga akan diproduseri Indra Perkasa. Nanda menyebut, minimal setidaknya ada delapan lagu untuk materi albumnya nanti yang ia proyeksikan meluncur di akhir tahun. (Jek/M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya