Selasa 07 Januari 2020, 05:00 WIB

Cara Warga Thailand Rayakan Larangan Kantong Plastik

Irana Shalindra | Weekend
Cara Warga Thailand Rayakan Larangan Kantong Plastik

Facebook
Kreativitas warga Thailand dalam menyikapi larangan kantong plastik sekali pakai.


Warga Thailand beramai-ramai memanfaatkan keranjang, ember, jaring ikan, dan bahkan gerobak dorong, untuk 'mengakali' larangan pemakaian kantong plastik .

Restriksi tersebut, diperkenalkan sejak awal tahun baru ini oleh sejumlah pengelola mal besar dan gerai 7-Eleven, ialah kemenangan besar bagi para juru kampanye di negara yang warganya menggunakan rata-rata delapan kantong plastik sehari.

Pembelanja sekarang bisa memakai kantong plastik reusable, namun harus rela mengeluarkan biaya tambahan. Sementara itu, pembelanja yang memilih berhemat memanfaatkan 'keranjang' apapun yang mereka punya, dan merayakan pilihan itu di media sosial.

Sejauh ini, tampak orang-orang berbelanja dengan menggunakan gerobak dorong, ember, tas seadanya, dan keranjang penyimpanan, untuk menghindari penggunaan plastik. Hasil lucu telah dibagikan di halaman Facebook gamer Thailand dan dibagi lebih dari 120 ribu.

Make-up artist Acharin Prahausri adalah salah satu pembeli yang membeli 7-Eleven. Tas belanja darurat miliknya adalah jaring penyimpanan makanan tempat ibunya biasa mengeringkan ikan. "Ini biasanya digunakan untuk melindungi dari lalat," katanya kepada AFP, saat ia sedang di kasir.

Langkah itu cukup jenius, dengan ruang penyimpanan tiga tingkat, dan tembus pandang sehingga Anda dapat melihat apakah Anda lupa telur atau tidak.

Thailand sempat menjadi penyumbang sampah plastik ke-6 terbesar dunia. Namun, kampanye antiplastik yang digulirkan belakangan ini cukup membuahkan hasil. Tahun lalu, Thailand turun menjadi peringkat ke-10 di jajaran penyumbang sampah plastik dunia, dengan pengurangan kurang lebih 2 miliar helai kantong plastik.

Tahun depan, Thailand menyasar perluasan larangan kantong plastik ke segmen ritel kecil, termasuk pasar tradisional. Segmen tersebut, disebut pemerintah, berkontribusi 40% penggunaan kantong plastik di Thailand.

Indonesia pun sesungguhnya telah menetapkan kebijakan kantong plastik berbayar --Rp200 per helai-- mulai 1 Maret 2019. Walakin, nominal tersebut dinilai banyak pemerhati isu lingkungan, terlalu rendah sehingga tidak cukup menjerakan publik. Sementara itu, baru beberapa daerah yang telah menerapkan larangan kantong plastik, seperti Bali, dan Bogor. (Metro.co.uk/M-2)

 

Baca Juga

TONY KARUMBA / AFP

Peneliti Kembangkan Algoritma untuk Memantau Populasi Gajah

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 22 Januari 2021, 10:50 WIB
Metode ini dapat diandalkan untuk memantau hewan yang bergerak melalui lanskap heterogen yang memiliki cakupan...
JORGE GUERRERO / AFP

Ratusan Musikus Inggris Protes Terkait Aturan Tur Pasca Brexit

👤Fathurrozak 🕔Jumat 22 Januari 2021, 09:00 WIB
Surat itu ditujukan ke pemerintah Inggris, yang dianggap menjadi biang kerok kegagalan para musikus untuk melakukan tur Eropa tanpa bebas...
Unsplash/ Katty Anne

Psikolog Sarankan Ini Agar Pernikahan Tidak Sekadar Bertahan

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Jumat 22 Januari 2021, 07:10 WIB
Salah satu cara sederhana adalah dengan mengucapkan perasaan bahagia dan syukur atas pasangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya