Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
;;
RUNTUHNYA Tembok Berlin pada 1989 menjadi salah satu peristiwa penting dari kemunduran komunisme dunia. Tidak heran, hingga kini peristiwa penghancuran tembok yang dimulai oleh masyarakat pada 9 November itu, terus dirayakan.
Di Indonesia, Goethe-Institut Indonesien merayakannya lewat program-program yang ada di festival film tahunan German Cinema. Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Festival tersebut disebutkan akan digelar 1-6 Oktober 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, German Cinema akan menghadirkan 12 film dan 2 program fokus.
Tiga film diantaranya mengungkapkan kehidupan di Jerman Timur dan Barat. Masing-masing film itu menceritakan kisah-kisah yang sangat pribadi dari sudut pandang yang berbeda-beda.
Balloon karya Michael “Bully” Herbig merupakan film thriller
bertempo tinggi yang penuh ketegangan. Ada pula film Gundermann yang menyajikan kisah seorang penyanyi dan penulis lagu terkenal di Jerman Timur, yang mengendarai mesin keruk raksasa di tambang batu bara untuk mencari nafkah. Hidupnya menjadi rumit karena ia juga seorang mata-mata untuk Stasi. Gundermann yang dirilis 2018 telah meraih banyak penghargaan, termasuk menyaber enam piala di German Film Awards 2019.
Film lainnya, 3 Days in Quiberon merupakan pemenang German Film Awards 2018. Film ini membahas hidup aktris Romy Schneider dalam sajian gambar hitam-putih. German Cinema juga membawa serta banyak film favorit penonton, termasuk film komedi perjalanan 25km/h, film kisah perjalanan menuju kedewasaan yang seru dan lucu Mountain Miracle, serta kisah keluarga yang menyentuh All About Me. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved