Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Plastik ternyata dapat dimanfaatkan untuk mencegah penularan virus HIV. Hal tersebut diungkapkan dalam eksperimen yang dilakukan perusahaan Merck dan dipresentasikan di konferensi sains di Mexico City baru-baru ini.
Sebagaimana disitat dari Technology Review, plastik berupa implan tersebut berbentuk mirip batang korek api. Implan itu kemudian ditanamkan di bawah kulit lengan, secara perlahan implan akan melepaskan obat anti HIV ke dalam tubuh.
Sebenarnya, tanpa implan tersebut seseorang dapat mengkonsumsi obat pre-exposure prophylaxis atau lebih dikenal dengan PrEP untuk menghentikan seseorang terpapar virus HIV. Penggunaan implan dinilai lebih mudah dibandingkan harus mengonsumsi obat setiap hari. Pasalnya implan akan melepaskan antivirus sedikit demi sedikit selama berbulan-bulan tanpa harus mengkonsumsi PrEP.
Merck sebsiri telah melakukan tes pendahuluan selama tiga bulan kepada 12 orang. Implan yang digunakan mengandung obat anti HIV yang masih dalam tahap ekperimen, namun bersifat jangka panjang yang disebut dengan Islatravir.
Meskipun dengan mengkonsumsi PrEP, dalam sebuah hasil penelitian yang diterbitkan pada April lalu dengan mengambil sampel 4.375 pria gay dan biseksual di Australia menunjukan konsumsi PrEP dapat mencegah penularan virus HIV. Sayangnya belum mampu untuk mencegah penularan penyakit seksual lainnya seperti klamidia dan gonore. (M-3)
Baca juga : Menyaksikan Slamet Rahardjo Pulang Kampung ke Teater
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved