Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Kenangan Band Yogyakarta Jikustik di Jakarta

Fathurrozak
18/7/2019 22:50
Kenangan Band Yogyakarta Jikustik di Jakarta
Personel Jikustik(Dok: Rajawali )

PADA Jikustik Reunian di Yogyakarta lalu, sekitar 20 lagu mereka bawakan di hadapan sekitar dua ribuan pengunjung. Penjualan tiket untuk Jikustik Reunian Jakarta hingga Kamis, (18/7) siang sudah terjual hingga 80% dengan kapasitas Balai Sarbini yang memuat hingga 1.500-an penonton.

CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi promotor konser reuni lima anggota Jikustik, Pongki, Icha, Dadi, Adit, dan Carlo ini mengungkapkan pemilihan Balai Sarbini ialah karena tempat konser yang sangat representatif.

Bukan hanya itu, rupanya Jikustik juga memang punya kenangan tersendiri di kawasan perbelanjaan Balai Sarbini berada, Plaza Semanggi. Selain Plaza Semanggi, Jikustik yang besar di Jakarta ini pun punya kenangan personal bagi mereka saat meniti karier di industri musik. Ini dia beberapa kenangan mereka.

1. Plaza Semanggi Saksi Selamat Malam Dunia
"Saat karier kami tengah turun berdasar penjualan album dan kuantitas manggung, saat itu kami rilis album Selamat Malam Dunia, yang sebenarnya tidak disetujui label kami, Warner. Namun, ketika rilis, dan lagu Selamat Malam Dunia diputar secara terus menerus oleh Genfm, kami dapat job manggung pertama kalinya ya di Plaza Semanggi. Momen itu jadi pertanda bahwa Jikustik kembali dari keterpurukan," kenang Pongki, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Kamis, (18/7).

Padahal, kala itu para personel band asal Yogyakarta ini sudah pesimistis tidak ada penonton, dan ternyata kekhawatiran itu runtuh karena konser mereka saat itu dipadati ribuan orang.

2. Naik Taksi, Mahal
Kenangan ini diingat oleh bassist Jikustik, Icha, yang juga dulu dikenal sama keras kepalanya dengan Pongki. Saat itu, ketika mereka mau rekaman, kelima personel Jikustik menggunakan taksi. Namun, mereka justru membayar ongkos lebih mahal dari biasanya.

"Saat itu kami mau ke Musica, naik taksi dari Ciracas, Jakarta Timur. Yang seharusnya hanya belasan ribu, kok jadi puluhan ribu. Saat itu kami juga yang tadinya menggunakan bahasa Jawa di taksi, ketika mencoba ganti gaya bahasa kami yang ala Jakarta dengan 'lo-gue' kok malah norak," tutur Icha yang kini tinggal di Kalimantan.

3. Tidak Punya Kostum
Saat tengah akan syuting video klip, kelima personel Jikustik rupanya sempat diminta untuk ganti kostum. Sebab yang mereka kenakan dianggap tidak sesuai oleh pihak label. Akhirnya, mereka pun diminta untuk belanja, bahkan ada yang dipinjami. "Ketika saat itu yang kami kenakan, katanya itu kostum anak kampus," ungkap Pongki.

"Malah saking kreatifnya, saya dan Carlo tukeran kostum saat syuting video klip. Eh ternyata enggak boleh karena itu enggak continuity," tambah Icha.

Konser Jikustik Reunian Jakarta akan dimulai pukul 19:00 WIB, dan tiga dari lima kelas sudah terjual, tersisa dua kelas yang bisa didapat di tempat. Menurut Pongki, reunian ini bukan hanya sekadar mempertemukan kembali kelima teman, melainkan mempertemukan kenangan para pendengar ketika saat mendengar lagu-lagu Jikustik di masa lalu. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya