Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Demam GoT, Peneliti Buat Simulasi Perbedaan Iklim Tujuh Kerajaan

Abdillah Marzuqi
24/5/2019 11:15
Demam GoT, Peneliti Buat Simulasi Perbedaan Iklim Tujuh Kerajaan
Kerajaan di film Game of Thrones(HBO)

SEGALA hal tentang serial epik Game of Thrones (GoT) yang baru saja berakhir, masih jadi pembahasan. Kini, dua ilmuwan penggemar berat serial yang berlangsung selama delapan musim itu membuat peta simulasi iklim tujuh kerajaan yang ada di GoT.

Pencinta GoT pastinya akrab dengan wilayah utara yang hampir selalu berselimut salju. Sementara di wilayah lainnya, iklim bisa sangat berbeda sehingga menghasilkan topografi yang khas dan arsitektur yang khas. Misalnya, padang rumput luas Dothraki dengan stepa berlatar puncak gunung berapi. Tembok salju besar membentang di wilayah utara. Setiap lokasi menggambarkan topografi yang berbeda.

Dua peneliti, Sabin Zahirovic dan Jo Condon, tidak menerima begitu saja sajian fiksi itu. Mereka menggunakan pembuktian dari lanskap fiksi Game of Thrones untuk membuat peta. Setiap lokasi dalam film itu menggambarkan topografi kontras. Begitu pula dengan masyarakat yang tinggal. Peta itu mengasumsikan benua Westeros dan Essos pecah 25 juta tahun yang lalu. Pergerakan lempeng tektonik Westeros dan Essos mengungkapkan proses geologis yang membentuk lanskap fiksi Game of Thrones.

"Dalam kasus dunia Game of Thrones, kami mengasumsikan benua Westeros dan Essos pecah 25 juta tahun yang lalu untuk membuka Narrow Sea," terang Sabin Zahirovic dan Jo Condon dalam The Conversation sebagaimana dilansir Dailymail (23/5).

Lempeng tektonik adalah lempeng bergerak yang membentuk lapisan luar planet bumi. Lempeng itu berfungsi seperti sabuk konveyor yang mempengaruhi bentuk benua di atasnya.
Dalam dunia GoT, proses geologis juga terjadi. Pergerakan lempeng tektonik memunculkan gempa bumi dan letusan gunung berapi yang membentuk bentang alam seperti sungai, bukit, dan laut.

Para ilmuwan berharap dengan peta itu publik dapat lebih memahami lempeng tektonik yang bisa mempengaruhi sejarah politik dan sosial. "Kami membangun peta tektonik menggunakan perangkat lunak komunitas gratis, yang disebut GPlates, yang kami kembangkan untuk pemodelan tektonik dunia nyata di School of Geosciences di University of Sydney," lanjut mereka.

Mereka menggunakan teknologi yang juga digunakan untuk permainan membuat peta. Animasi pertama menunjukkan model Westeros dan Essos. Lempeng tektonik mengendalikan bentuk benua dan laut pada rentang waktu geologis. Lempeng itu juga mengatur sirkulasi laut dan mampu mengubah iklim global. (M-1)

Baca juga: Pitbull dan Ras Campuran, Penggigit Terparah



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya