Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ALL train vehicle atau ATV dikenal sebagai kendaraan segala medan. Ia terlahir sebagai ‘hasil perkawinan’ antara motor dan mobil.
Sekilas, penampilannya lebih mirip sepeda motor. Namun, melihat ukuran roda yang bongsor dan berjumlah empat buah, ATV lebih patut disebut mobil. Dapur pacu ATV mampu menghasilkan tenaga tidak kalah besar jika dibandingkan dengan mobil.
Jangan heran bila daya jelajah kendaraan itu mampu melampaui motor dan mobil. Jalur-jalur sempit, becek, tanjakan berbatu, turunan curam, serta medan onak dan belukar bukanlah penghalang bagi mobil-motor ini. Medan-medan off road yang mungkin sulit diterobos mobil dan motor dapat dengan mudah dilalui ATV.
Mengendarai moda transportasi dengan karakter seperti itu menimbulkan sensasi tersendiri. Apalagi, bila dilakukan di medan-medan menantang. Di sana, ada sense of driving sekaligus sense of adventure yang dalam takaran tertentu, sepertinya terpenuhi.
Kepuasan jenis itulah yang barangkali membuat orang gemar berkunjung ke tempat-tempat rekreasi outdoor yang menyediakan ATV.
Sensasi yang sama pun kami alami saat mengunjungi sebuah spot ATV di Desa Cibeurum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di lokasi itu, terdapat hutan pinus seluas hampir 4 hektare. Hawanya sejuk karena berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.
Di luar kawasan hutan nan rimbun itu, sejauh mata memandang, terlihat gugusan gunung terhampar. Bila cuaca cerah, gunung-gunung itu terlihat begitu nyata.
Adalah Bagedor Adventure, bekerja sama dengan Pesona Alam Resort and Spa, yang mengelola recreation spot tersebut.
Hening dan terpencil
Meskipun berada di tengah hiruk pikuk kawasan wisata Puncak, Bogor, suasana spot ATV itu terasa hening. Padahal, jalan raya Jakarta-Puncak dan kemacetannya nan masif hanya berjarak sekitar 800 meter dari jalur tersebut. Udara masih terasa begitu bersih.
Untuk mencapai destinasi itu, kami menempuh terlebih dahulu rute menuju Taman Safari dari pertigaan jalan raya Jakarta-Puncak. Sekitar 800 meter dari sana, di ruas kiri jalan, ada pertigaan kecil yang menjadi pintu gerbang. Di pintu gerbang itu terpampang petunjuk arah bertuliskan Pesona Alam Resort and Spa.
Beberapa puluh meter dari pintu gerbang, sebuah ikon terpampang: nature awaits you. Setelah itu, kendaraan harus mendaki jalan menanjak, yang membelah hutan pinus lebat yang terletak di kedua sisi jalan. Dari titik itulah suasana alam pegunungan yang hening mulai hadir.
Seusai parkir dan reservasi, pertualangan dimulai. Dari lokasi parkir dan reservasi, spot ATV yang tersembunyi di balik hutan pinus, dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit. Pilihan lain, menumpang shuttle berupa golf car dengan waktu tempuh lebih pendek tentunya.
Sebelum memulai aktivitas, peserta diberikan briefing mengenai teknik mengendarai ATV. cara duduk, cara pengoperasian kendaraan, cara mengerem, cara mengatasi hambatan dan bahaya, dan berbagai kiat praktis lain. Semua diterangkan dengan gamblang oleh instruktur pendamping. Kesan awal yang muncul di titik ini ialah rumit dan kompleks.
“Memang, cara pengoperasian ATV ini berbeda 180 derajat dengan motor. Yang lihai naik motor bakalan bingung waktu pertama kali naik ATV. Anak-anak atau yang tidak mahir naik motor malahan akan lebih cepat beradaptasi,” kata instruktur ATV dari Bagedor Adventure, Hermawan.
Tuas gas ATV bukan terletak di ujung kanan setang dan genggaman tangan, melainkan hanya berupa tombol kecil yang pengendaliannya cukup dengan ibu jari. Rem berada di tangan kiri. Hanya gigi persneling yang letak dan pengoperasiannya sama dengan sepeda motor, yaitu di kaki kiri.
Setelah periode adaptasi selama beberapa menit, kami pun memulai pertualangan kecil itu. Suara deru mesin-mesin ATV mulai meraung-raung, memecah keheningan. Perlahan tetapi pasti, ketegangan bercampur kegembiraan mendominasi perasaan saat menjelajahi jalur setapak di tengah-tengah hutan pinus itu.
Turunan, tanjakan, dan kelokan tajam menjadi bagian dari jalur melingkar sepanjang hampir 500 meter. Ada kalanya, jalur setapak berada di tengah semak belukar, menembus celah di antara pohon-pohon tua, atau melintasi perkebunan teh yang tumbuh di bawah rimbunnya hutan pinus.
Adrenalin yang melonjak-lonjak membuat penjelajahan kami terasa begitu singkat. Tak terasa, ternyata waktu 1 jam sudah berlalu.
Seusai menuntaskan pertualangan ATV, Hermawan mengajak berganti lokasi untuk menutup aktivitas.
Di bagian lain hutan pinus, tersedia pula wahana untuk berlatih memanah. Menjalani aktivitas ini, adrenalin yang naik dalam kegiatan ATV secara perlahan diturunkan kembali ke titik normal.
Seusai bermain ATV dan memanah, pengunjung dapat menikmati aktivitas lain. Berendam di kolam renang berair hangat atau bercengkerama menikmati suasana alam pegunungan menjadi pilihan terbuka. Kapan saja. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved