Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Polusi apapun bentuknya tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup. Tidak hanya manusia, tapi spesies lainnya. Mereka yang tidak mampu bertahan hidup akan mati, ada juga yang beradaptasi bahkan revolusi.
Salah satunya di Killifish Teluk. Ikan bertubuhnya sebesar 18 cm dari genus Fundulus (Fundulus Grandis) mampu bertahan hidup di perairan yang terpapar polutan.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, para ilmuwan menemukan ikan itu di Huston Ship Channel, Pelabuhan Houston, Amerika Serikat. Mereka telah berevolusi dan bertahan hidup di perairan tercemar yang memiliki kadar mematikan mencapai 1.000 kali lipat. Menurut mereka, Killifish dewasa ini telah berhasil mengatasi polusi melalui kekebalan genetik.
Kabar baiknya, si mungil ini kini telah kawin (dan dikawinkan) dengan kerabat Atlantik lainnya yang bermigrasi ke Pelabuhan Huston. Para peneliti juga mengatakan studi tentang Killifish menunjukkan resistensi genetik terhadap polusi sangat mungkin terjadi walau tidak terlalu signifikan. Adaptasi pada umumnya menjadi bagian integral bagi kelangsungan hidup setiap spesies di dunia. Namun tidak selalu membuat spesies dan manusia kebal terhadap polusi yang dibuat manusia.
Peneliti juga mencatat bagaimana Killifish Teluk mengembangkan resistensi yang selama ini dianggap mustahil dalam tingkat polusi masif di habitat alami. Profesor Toksikologi Lingkungan, Andrew Whitehead mengatakan perkembangan itu sangat luar biasa karena terjadi di saat sebagian besar 'spesies asli' tidak dapat selamat dari perubahan kualitas perairan atau lingkungan hidup secara radikal.
"Dengan mempelajari para penyintas itu, kami mendapatkan wawasan tentang apa yang diperlukan untuk menjadi sukses. Dalam kasus Killifish, itu menjadi turunan dalam sebuah populasi besar yang berhasil, yang didukung keberuntungan," imbuhnya.
Perpaduan genetik
Menurut para peneliti, rahasia di balik kesuksesan adaptasi Killifish itu berasal dari warisan gen spesies ikan lain yang hidup di Samudera Atlantik atau berada di perairan lain sejauh 1.500 mil. Jika demikian, boleh dibilang Killfish itu pada mulanya bukan 'spesies asli' di perairan Huston melainkan 'spesies invansif'.
Kedatangannya Killifish ke perairan Huston diperkirakan terbawa kapal besar yang berlayar dari Atlantik. Menariknya 'spesies invansif' itu kemudian dapat bertahan hidup dan melakukan pertukaran gen (perkawinan) yang dapat menyelamatkan keberadaan mereka sekaligus spesies lainnya. Padahal invasi spesies seperti itu biasanya tidak akan bertahan, karena akan diikuti terjadinya peperangan antara spesies asli dan invansif.
Menurut para ahli, kedatangan Killifish yang mengandung segmen gen dari Atlantik kemudian membuat kerabat mereka atau 'spesies asli' dapat bertahan hidup terhadap racun yang akan menghancurkan populasi. Profesor Universitas Baylor, Cole Matson mengatakan dalam keadaan langka Killifis telah berkontribusi terhadap variasi genetik spesies.
"Mereka bertindak sebagai mekanisme penyelamatan evolusi," tuturnya.
Masih Rawan
Killifish barangkali telah menjadi kisah sukses dalam fenomena ini. Namun keberadaannya masih rawan, bahkan banyak spesies lain tidak beruntung karena terpapar polusi. Bagi para ilmuwan, Houston Ship Channel merupakan kawasan dengan lapisan beracun, yang telah mendegradasi kualitas perairan dan lingkungan hidup akibat adanya aktivitas industri dalam 60 tahun belakangan.
Killifish, sekalipun sukses, sesungguhnya menjadi simbol peringatan karena pada kenyataannya 'spesies asli' membutuhkan pertukaran gen dari 'spesies invansif' untuk mengatasi degradasi kualitas perairan. Sebagaimana diketahui, pada 20 April 2010, telah terjadi kecelakaan kerja di daerah tersebut dan menewaskan 11 pekerja. Tidak hanya itu kecelakan juga mengakibatkan muntahan 172 juta galon minyak ke teluk, atau yang pada akhirnya ditetapkan sebagai bencana lingkungan terburuk dalam sejarah industri Amerika Serikat.
Dewasa ini, para ilmuwan masih berusaha melacak ke mana perginya minyak sebanyak itu dan apa pengaruh lainnya terhadap lingkungan. Pada November 2012, pemerintah Amerika Serikat memang telah memutus bersalah dan menetapkan denda sebanyak 2,8 miliar Euro atas bencana yang disebut Deepwater Horizon itu. Namun demikian, upaya legal-formal tampaknya tidak selalu dapat membersihkan residu minyak yang mengurangi keanekaragaman hayati di lokasi yang paling dekat dengan tumpahan minyak. (M-3)
Baca juga : Terjemahan Gaya hidup Luar Ruang Pada Furnitur
PERIKANAN merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan, hingga ekonomi Nusantara. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved