Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rasa Batak dalam Komedi Romantis

(Zuq/M-2)
05/5/2019 02:05
Rasa Batak dalam Komedi Romantis
Film Pariban: Idola dari Tanah Jawa(DOK. STAYCO MEDIA)

NARASI tunggal dari aktor utama me menjadi pembuka film. Moan Sitorus (Ganindra Bimo) ialah seorang Batak kelahiran Jakarta. Ia memperkenalkan diri sebagai pria mapan nan lajang. Tak punya keinginan serius dengan perempuan untuk dijadikan istri.

Dari situlah cerita berlanjut. Film ini bukan hanya berkisah usaha Moan mendapat istri. Lebih jauh, ada muatan lain yang hendak disampaikan, yakni budaya Batak sebagaimana tersirat dari judulnya.

Film Pariban: Idola dari Tanah Jawa diproduseri Agustinus Sitorus dan disutradarai Andibachtiar Yusuf. Pariban atau sepupu, merupakan cerita semua pemuda-pemudi Batak. Semua orang Batak pasti punya pariban. Film ini coba mewakili kisah mereka.

Pariban: Idola dari Tanah Jawa bercerita Moan sosok pemuda Batak yang sudah lama tinggal di Jakarta. Meski usianya sudah 35 tahun, ia belum punya calon pendamping hidup. Alhasil, sang ibu memaksa Moan untuk mudik dan menikahi paribannya yang bernama Uli Silalahi (Atiqah Hasiholan).

Awalnya, Moan menolak. Ia orang kota. Paribannya, anggap dia, pastilah sekadar anak kampung. Namun, karena terdorong rasa sayang kepada sang ibu, berangkatlah Moan ke Samosir.

Setibanya, ia berjumpa dengan Uli, yang ternyata cantik memesona. Untuk menambah keseruan cerita, Uli ternyata punya teman dekat seorang pemuda nyentrik dan punya kuasa di kampung, Binsar (Rizky Mocil).

Meski mengangkat unsur budaya, film ini lebih lekat dengan unsur komedi. Selipan komedi secara tiba-tiba menjadi salah satu keunggulan dalam film ini. Persis seperti menyimak komedi ala komika. Detail komedi verbal dan visual cukup bisa memaksa penonton untuk memperhatikan layar meski sering menyerempet hal tabu.

Keaktoran cukup membuat naskah komedi itu hidup. Bimo, meski bukan orang Batak, bisa memerankan karakter orang Batak yang belum pernah menginjak tanah leluhurnya, tetapi bangga dengan identitasnya. Rizky Mocil mampu membuat citra lain dari seorang Batak yang mungkin selama ini lekat dengan streotip suara kaku dan keras.

Naskah dibuat rapi dengan tonjolan komedi yang cukup kental. Sebagai penulis naskah, Ridho Brado, sukses membuat durasi film sekitar 100 menit penuh dengan tawa.

Film ini juga punya misi lain, di samping memperkenalkan kembali budaya Batak, yakni mempertontonkan keindahan Danau Toba. Eksplorasi akan panorama salah satu ikon pariwisata nasional itu menjadi nilai tambah tersendiri untuk film perdana dari Stayco Media ini. Pariban: Idola dari Tanah Jawa dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Mei 2019. (Zuq/M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya