Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Energi Hangat Long Shot

Fathurrozak
05/5/2019 01:40
Energi Hangat Long Shot
film Long Shot.(DOK. STUDIOCANAL)

LAYAKNYA film-film komedi romantis (romantic comedy/romcom) pada umumnya, tidak ada yang begitu baru. Dua sosok yang punya karakter sangat berlawanan untuk kemudian dipertemukan dalam setiap scene film, ini juga terjadi dalam Long Shot. Meski klise, chemistry Charlize Teron dan Seth Rogen begitu berenergi, dan menjadi kekuatan film Long Shot.

Film dibuka dengan seorang jurnalis media independen yang tengah menyusup di perkumpulan kelompok fundamentalis kanan. Namun, penyamarannya terbongkar oleh orang-orang yang menato swastika di bagian tubuh mereka itu.

Saat ponsel yang ia gunakan untuk merekam percakapan direbut salah seorang dari mereka, tampaknya nasib si jurnalis itu, Fred Flrasky (Seth Rogen) bakal berakhir. Untungnya, ia bisa merebut kembali ponsel itu, dan dengan adegan ala slapstick, Fred melompat keluar jendela. Tubuhnya menimpa mobil. Entah bagaimana, ia dapat segera bangkit.

Fred bekerja pada salah satu media independen. Namun, media itu kemudian dibeli seorang taipan konservatif, yang menurut Fred, tipikal orang yang percaya bahwa bencana alam akibat keberadaan pasangan-pasangan sesama jenis. Ia pun memilih keluar, meski akhirnya jadi pengangguran.

Pintu masuk pertemuan kedua karakter utama yang kontradiktif di film ini bermula saat Fred diajak temannya (O'Shea Jackson) datang ke suatu acara amal. Di tengah kerumunan, pandangan Fred berserobok dengan sosok karismatik, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Charlotte Field (Charlize Theron). Tatapan keduanya tak teralih sampai akhirnya Fred keluar ruangan.

"Kurasa aku mengenal sosok itu," kata Fred. "Tentu saja, dia Menlu, siapa yang tidak mengenalnya," timpal teman Fred.

Rupanya, Fred dan Charlotte ialah tetangga di masa kecil. Pertemuan pada acara amal tersebut lantas menghidupkan kenangan sekian tahun lalu, ketika Fred begitu kagum dengan Charlotte, karena kepandaiannya, dan tentu saja pesonanya, yang membuatnya harus curi-curi kesempatan.

Di acara itu, Fred juga bertemu dengan Parker Wembley (Andy Serkis), taipan yang membeli medianya, saat tengah berbincang dengan Charlotte. Saking jengkelnya, Fred membentak Parker, yang membuat Fred masuk ke scene slapstic sekali lagi, ketika ia meluncur terjun dari tangga, dan, bangun kembali. Charlotte yang juga tidak menyukai Parker, melihat Fred membentaknya, tentu jadi penasaran pada sikapnya itu.

Komedi slapstick hanya berakhir pada scene itu. Sejauh itu pula, film ini juga terasa berjalan lamban, hingga ketika Charlotte yang ingin maju sebagai kandidat presiden, sedang mencari seorang penulis untuk pidato-pidatonya. Fred pun dipekerjakan oleh Charlotte.

Energi chemistry keduanya terasa saat mereka mulai memasuki hubungan yang lebih personal. Ketika Fred harus lebih banyak tahu mengenai Charlotte, sembari ikut keliling ke berbagai negara. Awalnya, sebagaimana plot klise romcom, mereka acap bertengkar, tapi satu insiden membuat hubungan keduanya berubah
menjadi intens dan mengantar kehangatan pada film ini.

Banyak sentilan
Film ini juga sebenarnya memiliki sentilan. Ada irisan komedi sebagai olok-olok terhadap Presiden Amerika misalnya, yang diperankan Bob Odenkirk, ketika ia juga menjadi seorang pemain film, atau oligarki pengusaha terhadap pemerintahan, yang diwakili lewat Parker Wembley dengan sang presiden, yang mengintervensi kebijakan, juga bagaimana seksisme di media begitu akut, melalui scene-scene pembawa berita di televisi, atau mungkin soal integritas yang terkadang begitu loyo dimiliki seseorang. Sementara itu, meski Fred seorang yang doyan ekstasi, dia tampil sebagai sosok yang tidak mempertaruhkan integritasnya lewat tulisan-tulisannya itu.

Namun, ya topik politik, media, atau soal konservasi lingkungan jadi bahasan, hanya itu sebatas irisan-irisan, dan mungkin bakal kehilangan fokus bahasan sebenarnya sasaran mana dan siapa yang ingin dituju. Namun, layaknya romcom, Long Shot membuat kita tersenyum dan terbahak saja, cukup. Tanpa perlu berekspektasi lebih. Bonusnya, tentu energi yang dibangun Charlize Theron dan Seth Rogen. (M-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya