Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Autentik Tegal Dikemas Kekinian

Rizky Noor Alam
28/4/2019 00:40
Autentik Tegal Dikemas Kekinian
Wahteg menyajikan 43 hidangan khas warteg dengan fasilitas mewah seperti AC dan koneksi Wi-fi secara gratis.(MI/Pius Erlangga)

ANDA pasti sudah familier dengan sajian makanan ala warung tegal (warteg) yang kerap kita temui di pinggir jalan. Tempe orek dan telur balado menjadi hidangan wajib yang tersedia di tempat makan murah meriah itu.

Jika Anda ingin mencicipi hidangan warteg yang berbeda, coba kunjungi Wahteg di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sekilas, hidangan yang disuguhkan tidak jauh berbeda dengan warteg pada umumnya, tetapi suasana akan amat berbeda begitu Anda menginjakkan kaki. Bersih, Instagramable, serta dilengkapi wi-fi . Sangat kekinian seperti kebutuhan para millenial.

“Wahteg itu kepanjangannya warteg yang wah (Wahteg). Jadi seperti warteg yang konvensional. Kita tidak ingin menghilangkan kekhasannya, tapi kita inovasi lebih dimodernkan. Yang pasti, interior lebih Instagramable, wi-fi , sistem pembayaran juga sudah pakai EDC, kerja sama dengan ojek daring dan bisa bayar dengan uang virtual (Go-Pay),” ungkap sang pemilik Wahteg, Rommy Tjandra saat ditemui Media Indonesia, pada Februari.

Wahteg menyediakan 43 jenis hidangan yang bisa dipilih. Semua pilihan makannya khas warteg yang sudah tidak asing lagi.  “Kita benar-benar riset, apa sih makanan yang biasanya ada di warteg, seperti cumi asin, telur dadar. Kita datangi warteg-warteg konvensional yang terkenal, lalu kita ambil garis besarnya seperti apa, lalu kita buat lebih modern,” imbuh Rommy.

Kualitas

Dengan jumlah makanan yang amat banyak, Anda tidak perlu khawatir dengan kebersihan dan kualitas makanannya. Semua hidangan dimasak dalam porsi kecil untuk lima orang. Jika habis akan dimasak yang baru.

“Kita masaknya sedikit-sedikit agar makanan tetap hangat, kalau habis baru kita buat lagi karen kalau sayuran masa terbaiknya untuk dimakan kan hanya 4 jam setelah itu menurun kualitasnya,” paparnya.

Media Indonesia pun mencicipi sejumlah hidangan yang tersedia. Misalnya, paduan antara nasi putih hangat, telur balado, kering tempe, dan tumis cumi asin. Saat dicicipi, rasa makanan tersebut memiliki cita rasa yang kurang lebih sama, tetapi yang membedakan ialah yang lebih terasa sehingga lebih kaya rasa di mulut.

“Kita memang berani di bumbu karena masakan Indonesia terkenal berani bumbu. Tidak hanya itu, bahan bakunya juga segar karena kita belanja setiap hari,” jelas Rommy.

Saat berkunjung ke sini, Anda wajib memesan sayur asam. Sayur asam yang dihidangkan mirip sayur asam betawi dengan kuah merah yang kaya akan bumbu. Rasa asam yang pas akan semakin menggugah selera makan Anda. Jika sayur asamnya sudah dingin, sang  pramusaji akan menawarkan untuk dihangatkan. Siapa yang bisa menolak sayur asam nikmat yang hangat?

Sang pemilik mengaku tidak ada hidangan andalan di Wahteg. Semuanya ialah hidangan konvensional warteg. Namun, dirinya mengakui hidangan yang selalu dicari pengunjung ialah cumi hitam, tumis cumi asin, dan krecek. Anda juga wajib mencoba aneka gorengan yang disajikan karena berbeda dari gorengan yang biasa kita makan. Rommy mengaku gorengan yang dijualnya ialah gorengan autentik khas Tegal.

Kita juga masukkan instrumen makanan autentik Tegal, misalnya bakwan udang (mirong). Kita sampai benarbenar riset ke Tegal mencari apa yang unik. Mereka goreng-gorengannya pakai daun kucai, lalu tehnya pakai gula batu dan pakai teh poci.

Autentik rasa yang dihidangkan tidak semata di makanan, tetapi juga minuman. Aneka minuman ini didatangkan dari daerah Tegal-Pekalongan yang sulit ditemukan di kota-kota besar. Seperti minuman cap Badak atau lemonade cap Nyonya yang akan membawa nostalgia bagi Anda yang pernah menikmatinya di masa lalu.

Dari segi harga sendiri amat terjangkau, misalnya kombinasi aneka lauk dan nasi putih yang termurah ialah Rp20 ribu hingga yang termahal Rp30 ribu. Bagaimana, tertarik bersantap di warteg kekinian? (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya