Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Saatnya Edukasi Pelajar Sadar Pelecehan Seksual

Tosiani
25/4/2019 14:50
Saatnya Edukasi Pelajar Sadar Pelecehan Seksual
Sophia Hage (kiri) berbicara dalam diskusi perempuan melawan di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).(MI/Tosiani)

Apa kamu kerap bercanda dengan teman-teman perempuan di sekolah dengan menarik tali beha? Bila iya, sebaiknya hentikan. Ternyata kegiataan yang kita sangka sebagai candaan merupakan pelecehan seksual.

Ya tidak salah, menarik tali beha, mengintip perempuan mandi, atau menyiul kepada perempuan saat di jalan merupakan pelecehan seksual. Pelecehan seksual itu bukan semata perkosaan.

Ketidaktahuan itu memicu Sophia Benedicta Hage untuk melakukan gerakan. Bersama Gerakan Selamatkan ibu yang dibentuknya ia mengedukasi 15 ribu siswa di Jakarta mengenai fenomena pelecehan seksual.

"Kita sudah mengedukasi sekitar 15 ribu siswa tentang pelecehan seksual ini. Itu hanya di Jakarta saja. Kami berkeinginan mengedukasi pelajar di luar Jakarta juga," ujar Sophia saat diskusi Perempuan Melawan di Galeri Salihara, Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/4).

Sophia dan teman-temannya melihat para korban kekerasan seksual kerap disalahkan, merasa sendiri, dan dihakimi. Mulanya komunitas ini melakukan pertemuan tertutup agar korban leluasa bercerita. Sayangnya, saat keluar dari komunitas mereka kembali dihakmi dengan stigma dari masyarakat.

"Kami ingin membuat lingkungan yang aman dan nyaman ini pada space yang lebih besar. Kita mulai mengajak masyarakat agar mulai bicara atas nama mereka yang tidak bisa diajak bicara," cetus Sophia.

Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, setiap dua jam ada tiga perempuan yang mengalami kekerasan seksual. Data itu berdasarkan laporan kekepolisian. Padahal banyak korban yang tidak melapor.

"Kita survei 25 ribu responden, ada 6% yang mengalami kekerasan seksual. Dari jumlah itu 72% melapor. Sisanya tidak melapor dan ada yang tidak pernah cerita sama sekali," sebut Sophia.

Mereka yang tidak pernah bercerita dan tidak lapor, katanya, karena takut disalahkan, takut dikucilkan, malu, dan biaya hukum yang tinggi. Kebanyakan karena takut stigma. Pemicu kekerasan seksual, menurutnya, ada multi faktor. Terutama karena perempuan tumbuh di lingkungan patriarkal yang membuat perempuan menjadi obyek. (M-3)

Baca juga : Jurus Zero Waste saat Pelesiran

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya