Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Semangat Literasi Perpustakaan Jinjing

Liliek Dharmawan
20/4/2019 22:30
Semangat Literasi Perpustakaan Jinjing
Mendampingi anak-anak membaca.(MI/Liliek Dharmawan)

HARI belum terlalu siang, ketika Daryati, Wurya­ningsih, dan Rizki Diah mempersiapkan ­buku-buku di ­Perpustakaan Desa (Perpusdes) Cahaya Ilmu di Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah.

Buku-buku dengan beragam topik itu kemudian dimasukkan ke rinjing atau tenggok.  Tiap rinjing berisi 30-40 buku. Rinjing sebetulnya merupakan tempat sayuran dari anyaman bambu yang biasa digendong ibu-ibu kalau ke pasar.

Selepas itu, Wuryaningsih yang juga merupakan Koordinator Perpusdes Cahaya Ilmu serta Daryati mulai bergerak menelusuri desa dengan berjalan kaki. Gerakan literasi dengan nama Rinjing Pustaka itu merupakan bagian dari perpustakaan desa yang berdiri 2007 oleh PKK Desa Karanganyar.

Tidak butuh waktu lama, di depan SD Negeri, Rinjing Pustaka telah dicegat para ibu penjual makanan. Para pedagang itu telah menanti untuk meminjam buku.

Selain oleh pedagang di depan sekolah, rinjing mereka juga diserbu anak-anak selepas jam pelajaran. Antusias itu menjadi bayaran paling indah bagi Daryati dan Wuryaningsih.

Kelelahan berjalan kaki membawa puluhan buku hilang sekejap ketika mendapati warga semangat membaca. Hal itu pula yang menjadi tekad para pegiat Rinjing Pustaka saat mengawali gerakan mereka.

“Ada rasa bangga karena jerih payah kami dihargai oleh mereka. Dengan sambutan hangat serta ­kemudian meminjam buku,” ­ungkap Daryati.

Gerakan Rinjing Pusataka berawal hanya dengan 300 buku yang merupakan sumbangan warga. Setelah 6 tahun berjalan dan mendapat SK Desa sebagai perpusdes, sumbangan buku juga datang dari berbagai lembaga.

Seiring itu, kegiatan mereka pun meluas ke pelatihan kewirausahaan untuk para ibu.

Dari situ pula mereka me­nunjukkan jika membaca bukan sekadar memperkaya informasi, ­melainkan juga jembatan wawasan yang kemudian bisa menjadi bekal untuk membuat perubahan, ­termasuk perubahan ekonomi dari tingkat rumah ­tangga. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya