Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak yang berasumsi bakteri bermigrasi dengan menumpang hewan atau manusia. Ketika manusia atau hewan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka bakteri yang menempel ikut pindah. Namun itu asumsi tradisional.
Baru-baru ini, peneliti mengungkap migrasi bakteri bisa lewat udara. Tidak hanya bakteri, mikroba pun bisa melakukan perjalanan ribuan kilometer di udara.
Menurut hipotesa para ilmuwan, mikroba atau bakteri bermigrasi dengan memanfaatkan jembatan udara. Hipotesa ini berdasarkan pada fakta keidentikan sekuens DNA bakteri yang ditemukan pada sumber air panas di seluruh dunia.
"Penelitian kami menunjukkan harus ada mekanisme di seluruh planet yang memastikan pertukaran bakteri antara tempat yang jauh," kata peneliti utama di Waksman Institute of Microbiology, Konstantin Severinov.
Para peneliti mempelajari jenis bio-signature yang dikenal sebagai memori bakteri untuk mengetahui interaksi bakteri dengan virus.
Menurut para ilmuwan, memori itu diturunkan dari bakteri yang terinfeksi virus melalui daerah DNA bakteri yang disebut CRISPR Array. Interksi itu mempunyai sejenis tanda yang dapat dikenali. Bakteri yang berbeda secara geografis itu ternyata mempunyai memori yang sama.
Penelitian itu dilakukan pada sumber air yang sangat panas sehingga mustahil burung dan hewan bisa masuk. Itu juga yang membuat burung dan hewan tidak diikutkan dalam penelitian itu.
"Karena bakteri yang kami pelajari hidup di tempat-tempat terpencil dalam air yang sangat panas, sekitar 160 derajat Fahrenheit. Hal itu tidak memungkinkan hewan, burung, atau manusia mengangkutnya," kata Severinov sebagaimana dilansir Dailymail, Kamis (28/3).
"Mereka harus diangkut melalui udara, pergerakan ini harus sangat luas sehingga bakteri di tempat-tempat terpencil memiliki karakteristik yang sama," lanjutnya.
Sampel dikumpulkan dari bakteri yang ditemukan pada kerikil di Gunung Vesuvius, sumber air panas di Gunung Etna Italia, sumber air panas El Tatio di Chili bagian utara, dan wilayah Termas del Flaco di Chili selatan, dan sumber air panas di kaldera Uzon Kamchatka Rusia.
Temuan penelitian itu dapat membantu memahami cara penyebaran penyakit dan bakteri. Penelitian itu juga berguna untuk mengetahui Studi ini juga dapat membantu memahami penyebaran bakteri yang resisten terhadap antibiotik. (M-3)
Baca juga : Ini 10 Makanan Anjuran Ahli Gizi saat Merasa Sakit
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved