Sabtu 09 Maret 2019, 05:50 WIB

Menyelamatkan Populasi Raja Hutan Sumatra

AT/M-1 | Weekend
Menyelamatkan Populasi Raja Hutan Sumatra

MI/ARDI TERISTI HARDI
REHABILITASI: Seekor harimau sumatra berada di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), Sumatra Utara (atas). Rehabilitasi juga dilakukan berbagai organisasi, termasuk YPHS di lain tempat (bawah).s

SUARA auman seolah menggetarkan tempat kami berpijak dan dinding sebuah bangunan berlantai dua. Saat kami naik ke lantai dua bangunan tersebut, sang harimau tampak jelas dari jarak sekitar 6 meter, hampir tepat di atas kepalanya.

Monang nama harimau sumatra tersebut. Ia sedang mendekam di dalam kandang berukuran sekitar 6 meter x 8 meter. Walau berada di dalam kandang, sifat buasnya sebagai sang raja hutan masih sangat terasa. Aumannya dan tatapan matanya seakan ingin menunjukkan dominasinya.

Monang tidak sendiri. Ada tiga ekor harimau lain, satu betina dan dua anaknya, samar-samar terlihat di balik kerimbunan pohon dan semak-semak di kandang rehabilitasi. Harimau betina bernama Gadis, sedangkan kedua anaknya belum diberi nama karena masih terlalu kecil.

“Dua anak harimau itu anak dari Monang dengan Gadis,” kata Bintang Gultom (21 tahun), penjaga Monang dan Gadis di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary, Sumatra Utara, Jumat (1/3). Setelah kedua bayinya lahir, Monang kembali dikurung karena terlalu agresif sehingga dikhawatirkan membahayakan kedua bayinya.

Sebelum bertemu, Monang dan Gadis memiliki cerita masing-masing yang memilukan. Gadis pertama kali ditemukan sekitar tiga tahun yang lalu. Ketika itu, Gadis terkena jerat kawat yang dipasang warga di Batang Gadis. Kakinya saat itu terluka parah hingga ke tulang sehingga harus diamputasi.

Monang yang kini sudah dirawat dua tahun di BNWS, ditemukan juga dalam keadaan terjerat di Desa Parmonangan, Kabupaten Simalungun. Itu kali ketiga Monang terjerat. Namun, Monang sedikit beruntung karena lukanya tidak separah yang dialami Gadis sehingga tidak perlu diamputasi.

Keberhasilan reproduksi

Monang, Gadis, dan dua anak mereka menjadi cerita lain tentang kehidupan harimau sumatra di Pulau Emas tersebut. Ketika banyak konflik harimau dengan manusia yang belakangan ini terjadi, BNWS memberikan cerita indah.

Henry Sukaya, pemilik BNWS, pun menceritakan lika-liku menjalankan program reproduksi harimau. Pasalnya, sekitar dua tahun mereka bersama, tidak terlihat tanda-tanda perkawinan. Keduanya pun beberap kali mencoba dipertemukan dalam satu kandang, tetapi tidak juga menunjukkan keberhasilan.

Namun, tiba-tiba saja penjaga kedua harimau sumatra tersebut melihat dan ada dua sosok bayi. Hal tersebut, kata Henry, menunjukkan sangat sedikit intervensi yang dilakukan terhadap harimau sumatra tersebut.

Mereka dibiarkan liar di kandang rehabilitasi sekitar 300 meter persegi. “Rencananya nanti luas area konservasi sekitar 35 hektare yang terhubung langsung dengan Taman Nasional Barumun.

Bagi Direktur Konservasi Keanekargaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indra Exploitasia, kelahiran dua anak harimau sumatra merupakan suatu keberhasilan tersendiri. Keberhasilan tersebut menunjukkan 5 indikator kesejahteraan hewan, yaitu satwa bebas dari haus dan lapar, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, bebas mengekspresikan perilaku, dan bebas dari rasa tertekan.

Berdasarkan Population Viability Analysis (PVA) 2016, jumlah harimau sumatra masih ada 604 ekor. Targetnya, ada peningkatan 10% dari jumlah tersebut dalam kurun waktu lima tahun.

“Tantangan terbesar kami adalah perburuan liar karena kulitnya sangat diminati,” kata Indra yang juga hadir di BNWS, hari itu. Selain itu, lanjut Indra, fragmentasi habitat menjadi kendala dalam meningkatkan populasi harimau sumatra.

Kerja sama mitra

Pembangunan BNWS merupakan contoh kolaborasi strategis antarpara pemangku kepentingan, di dalamnya TFCA-Sumatera, LSM Konsorsium Barumun, dan masyarakat. Kemitraan dalam upaya konservasi, jelas Indra Exploitasia, menjadi penting saat ini karena upaya konservasi tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.

Fungsi BNWS ialah tempat penyelamatan harimau sumatra. Selain BNWS, saat ini ada dua pusat rehabilitasi harimau sumatra, yaitu Dharmasraya, Sumatra Barat, dan Tambling, Lampung.

Indra menyebutkan, semua harimau yang berada di BNWS akan dirilis di alam liar. Sebelum dirilis, harimau tersebut terlebih dulu dilihat kemampuannya bertahan di alam. Lokasi perilisannya pun juga diperhatikan agar tidak terjadi inbriding (perkawinan seketurunan) karena akan berakibat pada cacat pada keturunan mereka.

Agar konflik harimau dengan manusia tidak lagi terjadi, pihaknya berusaha menjauhkan kantung-kantung habitat harimau sumatra dari permukiman. Pada lokasi yang realitf dekat, maka kantung habitat itu harus dilengkapi dengan kamera pengawas.

Samedi, Direktur Program TFCA-Sumatera, menyebutkan, dukungan bagi pembangunan suaka merupakan salah satu strategi mengurangi konflik satwa-manusia serta memulihkan populasi harimau.

“Upaya perlindungan satwa harus dilakukan secara simultan, tidak hanya perlindungan di dalam kawasan, tapi perlindungan di luar kawasan juga memegang peranan penting,” kata dia. Pada kenyataannya, sebagian besar kehidupan satwa liar justru berada di luar kawasan-kawasan konservasi. Pembangunan kawasan konservasi BNWS merupan bagian kecil dari dana yang dikelola TFCA-Sumatera sebesar 42,6 juta dolar. (AT/M-1)

Baca Juga

123RF/Waroot Tangtumsatid

Yang Mana Lebih Sehat, Susu Nabati atau Susu Sapi?

👤Nike Amelia Sari 🕔Jumat 18 Juni 2021, 20:12 WIB
Dalam mengonsumsi susu hewani, harus lebih berhati-hati terhadap hormon. Pada susu nabati, konsumen perlu lebih berhati-hati dengan...
123RF/rudall30

Ingin Lahirkan Startup Cikal Bakal Unicorn? Baca Dulu Buku ini

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 18 Juni 2021, 19:54 WIB
Buku ini ditulis dengan gaya bahasa ringkas dan ditujukan bagi anak muda yang ingin memahami ekosistem ekonomi berbasis...
Dok Ferarri

Buat Gebrakan, Ferrari Rambah Bisnis Busana Trendi Siap Pakai

👤Putri Rosmalia 🕔Jumat 18 Juni 2021, 17:55 WIB
Selain memproduksi sendiri koleksi busananya, Ferarri juga bersiap masuk ke bisnis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Haru Biru King Christian

Di timnas Denmark, sosok berjuluk ‘King Christian’ telah menjadi sosok kunci sejak penampilan pertamanya pada 2010, membuat 109 penampilan dan mencetak 36 gol.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya