Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Bulan depan, Erwin Gutawa Orchestra akan kembali menggelar konser salute, alias konsep apresiasi, atas karya-karya musisi dalam negeri. Pada konser yang direncanakan berlangsung pada 9 Februari di ICE BSD City itu, apresiasi ditujukan bagi tiga musisi perempuan papan atas Tanah Air.
'Pada bulan Februari ini, #KonserSalute hadir untuk mengapresiasi tiga perempuan yang telah membawa pengaruh kuat dan memberi warna istimewa pada belantika musik Indonesia lewat lagu-lagu legendaris ciptaan mereka. Ketiga perempuan tersebut adalah Melly Goeslaw, Dewiq, dan Dee Lestari,' demikian unggahan akun instagram @konsersalute yang kemudian diunggah ulang oleh Melly Goeslaw, Selasa (8/1).
Lebih lanjut, saat ditelusuri pada akun @konsersalute, diterangkan bahwa konser tersebut merupakan pertunjukan untuk menghormati karya-karya hebat yang lahir dari musisi dalam negeri dan ditampilkan oleh musisi terbaik dalam negeri. 'Sebagai pengingat, juga harapan agar karya-karya ini dapat terus diapresiasi dan musik Indonesia semakin dicintai,' lanjutnya.
Melly Goeslaw pertama kali dikenal lewat grup musik Potret sebelum kemudian bersolo karier. Dari tangan dingin Melly, tercipta banyak hits seperti Terbujuk, Mak Comblang, Diam, Jika, Ada Apa Dengan Cinta, Tentang Seseorang, dan banyak lagi.
Dewiq alias Cynthia Dewi Bayu Wardhani ialah seorang pencipta lagu yang lebih sering bekerja di belakang layar. Familier dengan lagu Shaden berjudul Dunia Belum Berakhir? Nah, itu ialah salah satu ciptaan Dewiq. Karya-karya lainnya yang populer antara lain Pelan-Pelan Saja (Kotak), Cinta Pertama/Sunny (Bunga Citra Lestari), Bukan Permainan (Gita Gutawa).
Dewiq juga sempat bernyanyi di bawah lampu sorot saat merilis single Koq Gitu Sih bersama Indra Bekti, dan Be Te berduet dengan Ipank.
Sementara itu, Dee Lestari ialah sosok yang dikenal di dua dunia, musik dan literasi. Sebagai penyanyi, ia pertama dikenal lewat trio Rida Sita Dewi sebelum kemudian trio itu vakum. Namun, bukan sekadar bernyanyi, Dee pun piawai menciptakan lagu sebagaimana ia mengolah kata. Recto Verso ialah buktinya. Album buku --tepatnya kumpulan cerita pendek-- itu memuat sejumlah hits seperti Malaikat Juga Tahu, Firasat, dan banyak lagi.
Dalam konser Erwin Gutawa yang turut diproduseri sang putri, Gita Gutawa, itu rencananya akan tampil sejumlah penyanyi kenamaan, seperti Once, Sandhy Sondoro, Afgan, The Overtunes, maupun Harvey Malaiholo. Konser bertajuk Salute to 3 Female Songwriters itu juga akan disemarakkan oleh aktor Reza Rahadian.
Cikal bakal dari konser salute ini ialah karya Erwin Gutawa Orchestra pada 2004, Salute to Koes Plus, yang melibatkan 17 penyanyi ternama, seperti Glenn Fredly, Ruth Sahanaya, Armand Maulana, Audy, serta 177 musisi pendukung. Album tersebut terdiri dari 19 lagu Koes Plus yang diaransemen dalam berbagai aliran musik.
Setahun kemudian, Erwin mempersembahkan konser “Salute To Koes Plus” dengan menampilkan 100 pemain orkestra dan 75 anggota paduan suara. Kemudian, pada 2014, Erwin menggelar konser Salute to Guruh Soekarno. Seperti halnya pada konser 'Koes Plus', konser inipun bertaburkan bintang, antara lain Raisa, Tulus, Krisdayanti, Judika, RAN, The Overtunes, Nowela, Superman Is Dead, I Gusti Kompiang Raka, German Dmitriev, dan anak-anak Di Atas Rata-rata. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved