Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bunga Penutup Abad 'Mekar' Kembali

Ardi Teristi Hardi
31/10/2018 17:21
Bunga Penutup Abad 'Mekar' Kembali
(Instagram/titimangsafoundation)

Pementasan teater bertajuk Bunga Penutup Abad bakal digelar lagi. Pasalnya, masih tinggi animo masyarakat terhadap pementasan teater yang naskahnya berasal dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Kedua novel tersebut merupakan bagian dari tetralogi Pulau Buru karya mendiang Pramoedya Ananta Toer (Pram).

Dengan tingginya animo masyarakat tersebut, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan kembali Bunga Penutup Abad di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 17 dan 18 November 2018.

Sebelumnya, Bunga Penutup Abad sudah dipentaskan di Jakarta pada Agustus 2016 dan di Bandung pada Maret 2017 dengan 2.653 penonton. Titimangsa Foundation juga telah memamerkan arsip tentang Pram pada April 2018 di Jakarta. Pameran bertajuk Namaku Pram: Catatan dan Arsip ini pun telah dikunjungi hingga 36 ribu orang.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, menjelaskan, tingginya antusiasme masyarakat merupakan satu pencapaian yang dapat meyakinkan, seni pertunjukan lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Semoga Bunga Penutup Abad memberikan inspirasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berkarya," kata Renitasari saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10).

Para pemain yang terlibat dalam pementasan ini, yaitu Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Lukman Sardi, dan Sabia Arifin. Di balik layar ada Wawan Sofwan yang bertindak selaku sutradara dan Happy Salma selaku produser.

Happy Salma mengatakan, ada yang berbeda dalam pertunjukan kali ini, yaitu pemeran sosok Nyai Ontosoroh. Jika dalam dua pertunjukan sebelumnya Nyai Ontosoroh diperankan oleh Happy Salma, sekarang Nyai Ontosoroh bakal diperankan oleh Marsha Timothy.

"Saya rasa akan memberikan kesegaran, bahwa sebuah peran bukan hanya milik atau diidentikkan pada seorang aktor," kata Happy selaku produser sekaligus founder Titimangsa Foundation.

Sang sutradara, Wawan Sofwan, juga menjanjikan perubahan signifikan pada akhir cerita. Dengan perubahan dan kesegaran yang dihadirkan, penonton yang sudah menonton pun bisa menikmati sensasi pengalaman yang berbeda dari pertunjukan sebelumnya.

Bunga Penutup Abad bercerita tentang kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Judul Bunga Penutup Abad diambil dari nama lukisan potret Annelies yang dibuat oleh Jean Marais. (AT/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya