Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

7x7 Pada Object of Desire

Evelyn Tania Tandayu
23/10/2018 21:23
7x7 Pada Object of Desire
(instagram/plaza_indonesia)

Sedang mencari perhiasan untuk si Scorpio yang hendak ultah? Atau sedang bosan dengan koleksi yang itu-itu saja?


Kalau iya, mungkin Anda perlu bertandang ke La Moda, Plaza Indonesia. Di sana Anda dapat menyimak ragam perhiasan dan aksesoris dalam jewellery show yang dihelat pertama kalinya oleh Plaza Indonesia, 'menjodohkan' tujuh brand perhiasan high-end dengan tujuh desainer fesyen.

Bertajuk Object of Desire, Plaza Indonesia menggandeng merek-merek perhiasan ternama seperti Bvlgari, Mondial, Frank & Co, Tiffany & Co, Wanda House of Jewels, Passion Prive, serta Star Diamond. Merek-merek perhiasan premium tersebut memamerkan beragam koleksi terbaik dan terbaru mulai dari cincin, anting, hair piece, dan berbagai akesesoris lainnya.

"Kebutuhan konsumen akan perhiasaan meningkat, desain perhiasaan yang dicari semakin variatif. Dari situ kemudian kami ingin mempertemukan antara jewellery brands di Plaza Indonesia dan para konsumen, sekaligus untuk memamerkan tren-tren perhiasan terkini," ujar Zamri Mamat, General Manager Marketing Plaza Indonesia, saat pembukaan pameran, Selasa (23/10).

Ia menambahkan, Object of Desire pun menjadi bentuk dukungan Plaza Indonesia terhadap tenant-tenant yang bergerak di segmen perhiasan dan fesyen.

Pameran tersebut memang tidak melulu soal perhiasan. Object of Desire disemarakkan pula oleh brand fesyen dan desainer ternama seperti IKAT Indonesia by Didiet Maulana, Wilsen Willim, Auguste Soesatro, Sebastian Red, House of Wanda & Alva, StellaRissa, dan Lace by Artkea. Perkongsian dengan brand fesyen tersebut karena keanggunan perhiasaan tidak lepas dari busana yang dikenakan penggunanya.

Ditemui di sela pameran, Wanda Ponika, pemilik Wanda House of Jewels, mengatakan pihaknya menampilkan koleksi-koleksi yang berkarakter simple dan klasik, tapi memiliki statement.

Menurut Wanda, koleksi perhiasannya banyak terinspirasi dari kekayaan Indonesia. "Salah satunya ialah Victory, yaitu necklace ketika saya menang 20 tahun lalu dengan mengangkat kebudayaan Bali. Waktu itu saya bikin dari silver dan kerang. Sekarang, saya wujudkan kembali dengan emas, berlian, dan mutiara," tuturnya tentang salah satu kalung yang ia tampilkan pada pameran Object of Desire.

Ia menambahkan, Wanda House of Jewels pun tidak sekadar menampilkan perhiasan-perhiasan mainstream, tapi ada juga aksesoris, seperti bando dan hairclip.

Perancang fesyen Alva Susilo menambahkan, dirinya berkolaborasi dengan Wanda House of Jewels untuk menciptakan merek fesyen premium ready-to-wear premium, yaitu House of Wanda & Alva (HOWA). "Kami akan menunjukkan cara memadu-padankan jewellery yang simple sampai yang statement itu tidak berarti tidak bisa dipakai di baju-baju heboh atau glittery, justru kita menunjukkan kalau dengan padu-padan yang tepat itu semua bisa dipakai," lanjut Alva.

Sementara itu, Miranda, perwakilan dari Tiffany & Co Plaza Indonesia mengatakan mereknya identik dengan koleksi perhiasan yang sederhana. Dalam pameran kali ini, pihaknya menampilkan tiga sampai empat koleksi, berkolaborasi dengan Wilsen Willem. "Kita juga akan menampilkan koleksi terbaru kita tahun ini yaitu, Papers Flowers," jelasnya.

Pameran Object of Desire berlangsung pada tanggal 23-24 dan 29-30 Oktober, kemudian 1-2 November 2018. (*/M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya