Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM travel niaga terkemuka di dunia, Travelport, menerbitkan hasil survei terhadap wisatawan global berdasarkan penggunaan berbagai perangkat yang terhubung secara daring, teknologi mobile, dan digital.
Hasilnya, menurut survei yang dilakukan terhadap 11.000 responden dari 19 negara di dunia tersebut, pelancong dari Indonesia menduduki peringkat tiga besar dalam kategori wisatawan digital atau digital traveler.
Survei wisatawan global tersebut dilakukan terhadap mereka yang tahun lalu setidaknya melakukan minimal satu kali perjalanan pulang-pergi menggunakan moda transportasi udara. Hal itu terkait dengan penggunaan alat digital saat merencanakan, memesan, dan melakukan perjalanan.
"Laporan Peringkat Wisawatan Digital kami ini mencakup peringkat wisatawan digital, dengan India, Tiongkok dan Indonesia berada di puncak klasemen sebagai negara dengan pelancong paling bergantung pada alat digital di seluruh dunia," demikian tulis rilis Travelport yang diterima Media Indonesia, Selasa (14/11).
Indonesia bahkan unggul dari Amerika Serikat (peringkat 11), Inggris (peringkat 17), dan Jerman (peringkat 19) yang selama ini dikenal sebagai negara dengan teknologi maju.
Survei mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik, yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Hal tersebut menunjukkan kegemaran dan kecenderungan wisatawan Indonesia menggunakan alat digital di setiap bagian dan proses ketika mereka melakukan perjalanan.
Dimulai dari saat merencanakan perjalanan, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Dalam proses ini, sebanyak 93% turis Indonesia menggunakan referensi video dan foto dari media sosial. Ini di atas rata Asia Pasifik sebesar 76%.
"Lalu, 71% menggunakan pencarian suara atau voice search (kedua setelah Tiongkok di 72%), sedangkan 84% masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional," imbuh mereka.
Kemudian, saat memesan perjalanan, 68% pelancong Indonesia memesan perjalanan mereka melalui smartphone, atau tertinggi di seluruh dunia. Adapun 43% merasa frustasi karena harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah.
Saat dalam perjalanan pun wisatawan Indonesia sangat digital minded. Buktinya, 80% mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah dan 84% merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian.
Begitu juga ketika sudah di tempat tujuan, 64% pelancong bisnis menghargai layanan concierge di smartphone, sedangkan 83% menghargai waktu untuk diri mereka sendiri selama dalam perjalanan bisnis.
Managing Director Asia Pacific Travelport Mark Meehan menyebut temuan tersebut menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka.
"Kami mengidentifikasi, adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global senilai US$7,6 triliun ini, untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan," terangnya.
"Sektor pariwisata Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan 25,68% sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya. Penyedia layanan perjalanan harus tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia," pungkas Meehan. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved