Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Mengintip Toko Sulap Now You See Me 2

Henri Siagian
01/11/2017 17:30
Mengintip Toko Sulap Now You See Me 2
(Foto Henri)

Foto. Henri

KISAH empat pesulap terbaik dunia yang tergabung dalam The Four Horsemen antara lain menyoroti sebuah toko sulap tertua di dunia. Lokasi yang diambil untuk memperkaya cerita sekuel film Now You See Me 2 yang diluncurkan pada 2016 itu ialah sebuah toko sulap tua di Makau, sebuah kawasan administratif istimewa dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam film tersebut, para pesulap anggota The Four Horsemen itu mendapat peralatan baru dari toko sulap tertua di dunia, Iong, milik Tsai Chin dan cucunya Li (Jay Chou).

Meski film itu merupakan kisah fiksi, keberadaan toko sulap Iong di Macao sungguh nyata. Toko perlengkapan sulap itu telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Toko kecil milik pesulap yang berbasis di Hong Kong, Raymond Iong itu tepatnya dirikan pada 1986 atau sudah berumur 31 tahun.

Iong antara lain memiliki reputasi sebagai Presiden Serikat Seniman Sulap Macao, Presiden Serikat Dewan Pesulap 288 Amerika, Wakil Presiden Persaudaraan Pesulap Internasional Ring 311, serta Direktur Asosiasi Pesulap Asia.

Ketika toko itu didatangi rombongan wartawan dari Jakarta yang diundang oleh Macao Goverment Tourism Office (MGTO) dan AirAsia Indonesia, Minggu (29/10), seorang staf toko menyambut.

Dengan dibantu penerjemah sekaligus guide, Cecilia Ng, staf toko itu unjuk kemampuan. Ia membuka peti perlengkapan sulap dan mulai beraksi. Ia memperlihatkan tiga kartu yang disusun berurutan yaitu sembilan, 10, dan Jack sekop.

Ia kemudian meminta salah seorang untuk mencari posisi kartu 10 tanpa mengocok tiga kartu itu. "Ya pasti kartu tengah," ujar salah seorang wartawan sembari menunjuk kartu tengah.

Kartu yang ditunjuk kemudian ditarik dan ditaruh di meja yang sudah dialasi kain berwarna merah. Saat kartu itu dibalik, ternyata justru kartu joker merah.

Ternyata, trik untuk sulap ini sangat sederhana dan tidak melibatkan hal beraroma supranatural. Ternyata, dari tiga kartu yang ditampilkan, kartu 10 adalah kartu potongan alias tidak utuh. Potongan kartu itu untuk mengelabui persepsi penonton kalau ada kartu 10 yang utuh. Padahal, di balik kartu yang tampak, kartu Joker merah disembunyikan.

Cecilia juga memeragakan sebuah sulap kartu yang sedikit lebih rumit. Seorang wartawan diminta membayangkan di dalam hati kartu tertentu. Setelah itu, dia mulai membalik satu per satu tumpukan kartu. Dan kartu yang dibayangkan itu sama sekali tidak terlihat.

Karena penasaran, dia kembali mempersilakan membayangkan kartu yang berbeda. Kembali, kartu yang ada di dalam imajinasi tersebut di dalam tumpukan kartu. "Kartu yang anda bayangkan sudah hilang karena ada sudah tersimpan di pikiran Anda," katanya tersenyum.

Hanya saja, untuk sulap ini, dia tidak bisa mengungkapkannya. "Ini agak rumit," ujarnya sembari menawari untuk membeli peralatan sulap dari tokonya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya