Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANGKAN Anda sedang berlibur akhir pekan yang romantis. Anda memesan hotel dengan desain interior yang "fun" dan modern. Namun, saat masuk ke kamar, Anda mendapati toilet hanya disekat panel kaca tipis transparan dengan efek buram (frosting) yang tidak menutup seluruh bagian. Dari tempat tidur, siapa pun bisa melihat bayangan orang di dalamnya, bahkan hingga bagian kaki yang tidak tertutup kaca buram tersebut.
Bagi banyak orang, ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan gangguan privasi yang nyata. Keluhan tentang desain kamar mandi hotel yang "terlalu intim" ini ternyata dialami oleh ribuan pelancong di seluruh dunia, mulai dari bathtub di ruang terbuka hingga pintu geser yang menyisakan celah lebar.
Kabar baik bagi pencari privasi, sebuah gerakan kini mulai terbentuk. Sadie Lowell, seorang pemasar asal Amerika yang berbasis di Eropa, meluncurkan situs Bringbackdoors.com pada akhir tahun lalu. Situs ini menyediakan database hotel yang menjamin adanya pintu kamar mandi yang layak, serta daftar hotel yang dianggap "pelanggar privasi".
Inspirasi situs ini muncul saat Lowell menginap bersama ayahnya di London. "Kami memesan kamar dengan dua tempat tidur (twin beds), dan saat masuk, tidak ada pintu kamar mandi sama sekali," ceritanya. Pengalaman absurd itu membuatnya tersadar bahwa para pengembang dan arsitek sering kali tidak sejalan dengan keinginan konsumen.
"Memesan kamar dengan tempat tidur kembar (twin beds) berarti Anda benar-benar menginginkan privasi di kamar mandi," tegas Lowell.
Hingga saat ini, situs tersebut telah memiliki sekitar 800 kiriman data dari seluruh dunia. Lowell mengategorikan hotel-hotel tersebut mulai dari "pelanggar terburuk" (tanpa pintu sama sekali) hingga "privasi 50%" (pintu kaca dengan dinding).
Paula O’Callaghan, desainer pemenang penghargaan dari firma global HBA, menyebutkan tren penggunaan kaca buram dimulai sekitar 30 tahun lalu di Tokyo. Saat itu, desain ini dianggap sangat maju dan berbeda. Namun, banyak interpretasi desain yang salah sasaran, terutama untuk kamar yang kecil.
O’Callaghan menekankan meski untuk merek hotel bergaya hidup sekalipun, privasi toilet tidak boleh dikorbankan. "Jangan pernah menggunakan kaca bening, dan jangan biarkan ada situasi di mana seseorang bisa melihat langsung dari area kamar tamu ke dalam toilet," jelasnya.
Menariknya, masalah ini jarang ditemukan pada hotel-hotel bersejarah (heritage). Karena terikat aturan pelestarian bangunan, hotel lama cenderung mempertahankan tata letak tradisional yang lebih tertutup dan sopan.
Kini, berkat Bringbackdoors.com, Anda tidak perlu lagi menebak-nebak kondisi kamar mandi sebelum melakukan check-in. Pastikan liburan Anda tetap nyaman tanpa harus berbagi momen pribadi yang tidak diinginkan dengan teman sekamar atau keluarga. (CNN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved