Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Mengenal IGRS: Sistem Rating Game Indonesia untuk Perlindungan Anak

Media Indonesia
05/4/2026 20:23
Mengenal IGRS: Sistem Rating Game Indonesia untuk Perlindungan Anak
Ilustrasi(Dok Kominfo)

 

Di era digital yang berkembang pesat, video game telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, tidak semua konten dalam permainan video cocok untuk dikonsumsi oleh semua umur. Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan IGRS atau Indonesia Game Rating System.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai apa itu IGRS, bagaimana sistem klasifikasinya bekerja, serta mengapa hal ini sangat krusial bagi ekosistem digital di tanah air.

Apa Itu IGRS?

IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sistem klasifikasi permainan interaktif elektronik (game) yang berlaku secara resmi di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai kesesuaian konten game berdasarkan kelompok usia pengguna.

Landasan hukum utama IGRS adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim (yang memperbarui regulasi tahun 2016). Melalui aturan ini, setiap penerbit, pengembang, atau distributor game yang memasarkan produknya di Indonesia wajib melakukan klasifikasi mandiri yang kemudian divalidasi oleh pemerintah.

Fungsi dan Tujuan Utama IGRS

IGRS bukan sekadar label tempelan, melainkan instrumen perlindungan dan edukasi. Berikut adalah fungsi utamanya:

  • Perlindungan Anak: Mencegah anak-anak terpapar konten yang mengandung kekerasan ekstrem, perjudian, narkotika, atau perilaku seksual yang tidak sesuai usia.
  • Panduan Orang Tua: Membantu orang tua memilihkan permainan yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
  • Edukasi Industri: Mendorong pengembang game lokal untuk lebih sadar akan batasan konten dan etika dalam menciptakan produk.
  • Kepastian Hukum: Memberikan standar yang jelas bagi pelaku industri mengenai konten apa yang diperbolehkan beredar di pasar Indonesia.

Klasifikasi Kelompok Usia dalam IGRS

IGRS membagi rating game ke dalam lima kategori utama yang dibedakan berdasarkan warna dan angka:

Kategori Usia Deskripsi Konten
3+ (Tiga Tahun Ke Atas) Konten aman, tidak ada kekerasan, tidak ada kata kasar, dan tidak ada unsur dewasa.
7+ (Tujuh Tahun Ke Atas) Mungkin mengandung kekerasan ringan (animasi/fantasi), namun tidak menyerupai kekerasan nyata.
13+ (Tiga Belas Tahun Ke Atas) Boleh mengandung kekerasan moderat, penggunaan bahasa yang sedikit kasar, dan unsur romansa ringan.
15+ (Lima Belas Tahun Ke Atas) Mengandung kekerasan yang lebih intens, penggunaan alkohol/rokok dalam konteks cerita, dan bahasa yang lebih tajam.
18+ (Dewasa) Konten dewasa, kekerasan realistis, penggunaan narkotika, atau unsur perjudian.

Kriteria Penilaian Konten

Dalam menentukan rating, IGRS melihat beberapa aspek sensitif, antara lain:

  1. Kekerasan: Apakah kekerasan ditampilkan secara eksplisit, menggunakan senjata tajam, atau melibatkan mutilasi?
  2. Bahasa: Penggunaan kata-kata kotor, umpatan, atau penghinaan.
  3. Narkotika dan Psikotropika: Apakah ada adegan penggunaan atau promosi zat terlarang?
  4. Perjudian: Adanya simulasi judi atau mekanisme yang menyerupai taruhan dengan Mata Uang Rupiah atau aset digital.
  5. Horor: Tingkat ketakutan atau efek kejut yang dihasilkan oleh game.
Penting: Game yang mengandung konten pornografi atau yang melanggar nilai-nilai luhur bangsa dan peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak akan mendapatkan klasifikasi dan dilarang beredar.

Peran Strategis Orang Tua dan Masyarakat

Meskipun sistem IGRS sudah berjalan, efektivitasnya sangat bergantung pada pengawasan orang tua. IGRS berfungsi sebagai "lampu lalu lintas". Jika sebuah game berlabel 18+, maka orang tua wajib memastikan anak di bawah umur tidak memainkannya. Kesadaran kolektif ini penting untuk mencegah dampak negatif kecanduan game atau penyimpangan perilaku akibat konten yang tidak sesuai usia.

Kesimpulan

IGRS adalah langkah maju pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman di Indonesia. Dengan adanya standar ini, industri game nasional diharapkan dapat tumbuh lebih profesional, sementara konsumen mendapatkan perlindungan yang memadai. Sebagai pengguna, pastikan Anda selalu memeriksa logo IGRS sebelum membeli atau mengunduh game untuk keluarga Anda.


Checklist Praktis untuk Orang Tua:

  • [ ] Periksa logo rating IGRS di pojok kemasan atau deskripsi aplikasi.
  • [ ] Sesuaikan genre game dengan minat dan kematangan emosional anak.
  • [ ] Gunakan fitur Parental Control pada konsol atau smartphone.
  • [ ] Dampingi anak saat mencoba game baru untuk pertama kali.
  • [ ] Laporkan game yang tidak memiliki rating atau memiliki konten menyimpang melalui kanal resmi Kominfo.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik