Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Di era digital yang berkembang pesat, video game telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, tidak semua konten dalam permainan video cocok untuk dikonsumsi oleh semua umur. Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan IGRS atau Indonesia Game Rating System.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai apa itu IGRS, bagaimana sistem klasifikasinya bekerja, serta mengapa hal ini sangat krusial bagi ekosistem digital di tanah air.
IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sistem klasifikasi permainan interaktif elektronik (game) yang berlaku secara resmi di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai kesesuaian konten game berdasarkan kelompok usia pengguna.
Landasan hukum utama IGRS adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim (yang memperbarui regulasi tahun 2016). Melalui aturan ini, setiap penerbit, pengembang, atau distributor game yang memasarkan produknya di Indonesia wajib melakukan klasifikasi mandiri yang kemudian divalidasi oleh pemerintah.
IGRS bukan sekadar label tempelan, melainkan instrumen perlindungan dan edukasi. Berikut adalah fungsi utamanya:
IGRS membagi rating game ke dalam lima kategori utama yang dibedakan berdasarkan warna dan angka:
| Kategori Usia | Deskripsi Konten |
|---|---|
| 3+ (Tiga Tahun Ke Atas) | Konten aman, tidak ada kekerasan, tidak ada kata kasar, dan tidak ada unsur dewasa. |
| 7+ (Tujuh Tahun Ke Atas) | Mungkin mengandung kekerasan ringan (animasi/fantasi), namun tidak menyerupai kekerasan nyata. |
| 13+ (Tiga Belas Tahun Ke Atas) | Boleh mengandung kekerasan moderat, penggunaan bahasa yang sedikit kasar, dan unsur romansa ringan. |
| 15+ (Lima Belas Tahun Ke Atas) | Mengandung kekerasan yang lebih intens, penggunaan alkohol/rokok dalam konteks cerita, dan bahasa yang lebih tajam. |
| 18+ (Dewasa) | Konten dewasa, kekerasan realistis, penggunaan narkotika, atau unsur perjudian. |
Dalam menentukan rating, IGRS melihat beberapa aspek sensitif, antara lain:
Meskipun sistem IGRS sudah berjalan, efektivitasnya sangat bergantung pada pengawasan orang tua. IGRS berfungsi sebagai "lampu lalu lintas". Jika sebuah game berlabel 18+, maka orang tua wajib memastikan anak di bawah umur tidak memainkannya. Kesadaran kolektif ini penting untuk mencegah dampak negatif kecanduan game atau penyimpangan perilaku akibat konten yang tidak sesuai usia.
IGRS adalah langkah maju pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman di Indonesia. Dengan adanya standar ini, industri game nasional diharapkan dapat tumbuh lebih profesional, sementara konsumen mendapatkan perlindungan yang memadai. Sebagai pengguna, pastikan Anda selalu memeriksa logo IGRS sebelum membeli atau mengunduh game untuk keluarga Anda.
Mengulas kontroversi IGRS di mata komunitas gamers Indonesia, mulai dari isu pemblokiran game populer hingga tantangan sensor dan kebebasan berekspresi.
Simak daftar kriteria dan status game yang tidak lolos IGRS (Indonesia Game Rating System) serta dampak regulasi Kominfo terhadap peredaran gim di Indonesia.
Komdigi baru saja meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang merupakan sistem klasifikasi gim dengan tujuan melindungi anak-anak dari paparan yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved