Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH klasik yang sering dihadapi pengguna smartphone adalah kualitas video yang menurun drastis saat pencahayaan minim. Noise yang mengganggu, detail yang hilang, hingga warna yang pudar seringkali membuat momen berharga di malam hari gagal terdokumentasi dengan baik.
Namun, Samsung melalui lini Galaxy S Series terbaru di tahun 2026 ini membawa lompatan besar.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini tidak hanya mengandalkan sensor besar, tetapi mengombinasikan kekuatan optik mutakhir dengan kecerdasan buatan (AI) yang sangat agresif.
Hasilnya? Rekaman video di kondisi gelap kini memiliki kejernihan yang hampir menyamai kualitas di siang hari.
Berikut adalah tiga inovasi kunci yang membuat Samsung Galaxy S Series 2026 menjadi raja baru dalam videografi seluler malam hari.
Sektor perangkat keras (hardware) menjadi fondasi utama. Samsung menyematkan lensa dengan aperture atau bukaan f/1.4 pada kamera utamanya. Di dunia fotografi, angka bukaan yang semakin kecil berarti lubang lensa semakin lebar.
Secara teknis, peningkatan ini memungkinkan sensor menangkap cahaya hingga 47% lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan asupan cahaya yang melimpah, kamera tidak perlu "bekerja keras" menaikkan ISO yang biasanya memicu munculnya noise.
Hal ini memastikan akurasi warna tetap terjaga dan detail objek di area bayangan tetap terlihat tajam, baik saat merekam di dalam ruangan redup maupun suasana kota di malam hari.
Selain fisik lensa, kekuatan sesungguhnya ada pada "otak" pemrosesan gambar. Samsung memperkenalkan EdgeFusion AI yang terintegrasi langsung di dalam chipset terbaru mereka. Teknologi ini bekerja secara real-time saat tombol rekam ditekan.
Berbeda dengan teknologi noise reduction konvensional yang seringkali membuat wajah atau objek terlihat halus berlebihan (seperti lukisan cat air), EdgeFusion AI mampu membedakan mana noise digital dan mana tekstur asli objek.
Algoritma ini mempertahankan detail pori-pori kulit atau tekstur kain sembari membersihkan bintik-bintik gangguan di latar belakang. Hasilnya adalah video yang terlihat sangat organik, bersih, dan memiliki rentang dinamis (dynamic range) yang luas.
Samsung memahami bahwa tidak semua pengguna adalah videografer profesional yang paham pengaturan manual. Oleh karena itu, fitur Auto-Night Video hadir sebagai solusi satu klik.
Sistem cerdas ini akan mendeteksi intensitas cahaya di sekitar secara instan. Begitu cahaya menurun, perangkat akan otomatis menyesuaikan frame rate (FPS) dan kecepatan rana (shutter speed) agar tetap sinkron.
Inovasi ini mencegah video terlihat patah-patah atau terlalu gelap. Pengguna cukup membidik dan merekam, sementara AI bekerja di balik layar untuk memastikan stabilitas visual tetap konsisten meski Anda berpindah dari area terang ke area yang sangat gelap.
| Fitur | Galaxy S Series 2025 | Galaxy S Series 2026 | Dampak |
|---|---|---|---|
| Aperture Lensa | f/1.7 atau f/1.8 | f/1.4 | Video jauh lebih terang secara alami |
| Pemrosesan AI | Standard Noise Reduction | EdgeFusion AI | Gambar tajam tanpa efek cat air |
| Pengaturan FPS | Manual/Semi-Auto | Full Auto-Night Video | Video mulus tanpa stutter |
Samsung Galaxy S Series 2026 bukan sekadar peningkatan rutin, melainkan standar baru bagaimana smartphone seharusnya menangani kondisi low-light. Dengan kombinasi lensa f/1.4 yang superior dan kecerdasan EdgeFusion AI, batasan antara kamera profesional dan kamera kantong semakin tipis. Bagi kreator konten maupun pengguna kasual, perangkat ini menawarkan solusi instan untuk mendapatkan video berkualitas tinggi kapan saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved