Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Para Ilmuwan Jepang Jelaskan Genetika Hibrida Babi Hutan Fukushima

Asha Bening Rembulan
11/2/2026 22:39
Para Ilmuwan Jepang Jelaskan Genetika Hibrida Babi Hutan Fukushima
Babi hutan dengan ciri-ciri yang nampak seperti babi domestik di zona evakuasi Fukushima.(Dok. Independent)

PARA ilmuwan Jepang akhirnya mampu menjelaskan mekanisme genetik di balik ledakan populasi hibrida babi hutan di kawasan evakuasi pembangkit nuklir Fukushima. Pascakecelakaan nuklir Fukushima pada 2011 lalu, sejumlah kecil babi domestik ditemukan melarikan diri dari peternakan kota dan mulai berkembang biak dengan babi hutan Fukushima asli.

Sebagian besar area evakuasi Fukushima masih ditutup mengingat tingginya tingkat radioaktivitas. Sejumlah tes yang dilakukan oleh pemerintah Jepang pada babi hutan yang terkontaminasi menunjukkan kadar cesium-137 lebih dari tiga ratus lipat batas aman. Wilayah ini pun menjadi lokasi eksperimen alami guna memahami hibridisasi babi domestik dengan kerabat liarnya.

Hibridisasi antara hewan domestik dan hewan liar menjadi kekhawatiran yang meningkat secara pesat di seluruh dunia, terutama di daerah dengan ketimpangan jumlah babi hutan dan babi liar. Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan kerusakan ekologis. Sayangnya, mekanisme biologis di balik perubahan ini masih belum dapat dipahami.

Penelitian terbaru dari ahli genetika Fukushima menemukan bahwa gen babi domestik mengalami pengenceran antar generasi dengan kapasitas reproduksi yang cepat berada pada babi hibrida. Namun, gen antara babi hutan dan babi domestik yang berhibridisasi masih belum diketahui secara pasti. Para peneliti masih meneliti sampel jaringan dari 191 babi hutan dan 10 babi domestik di kawasan Fukushima semenjak 2015-2018.

Para peneliti tersebut menjelaskan bahwa ketika babi hutan Fukushima dikawinkan dengan babi hutan, keturunan mereka masih membawa mtDNA induk betina domestik hingga lima generasi mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa campuran gen hibrida menjadi lebih mirip babi hutan daripada babi domestik. Temuan ini juga menjelaskan adanya penurunan gen babi domestik melebihi asumsi ilmuwan sebelumnya. Selain itu, penjelasan para peneliti tersebut menjadi ilmu yang baru untuk mengelola satwa liar dan strategi dalam mengendalikan kerusakan akibat spesies invasif secara global, terutama akan bahaya ledakan populasi. (Independent/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya