Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki awal tahun 2026, persaingan ponsel flagship semakin mengerucut pada satu titik krusial: kemampuan kamera. Samsung, melalui lini Galaxy S26 Ultra yang dijadwalkan meluncur 25 Februari 2026, kembali membuktikan mengapa mereka tetap memegang takhta dalam inovasi sensor dan pemrosesan gambar.
Bukan sekadar angka megapiksel, tahun ini Samsung fokus pada "Light Mastery" dan efisiensi video profesional.
Banyak pengguna setuju bahwa kamera ponsel sering kali gagal saat dihadapkan pada kondisi cahaya ekstrem atau zoom video yang pecah. Samsung menjanjikan solusi melalui Galaxy S26 Ultra dengan perpaduan sensor 200MP generasi terbaru dan kecerdasan buatan (AI) yang lebih intuitif. Dalam ulasan ini, kita akan membedah spesifikasi teknis, fitur video APV yang revolusioner, serta perbandingannya dengan generasi sebelumnya.
Tahun 2026 menandai perubahan drastis pada perangkat keras kamera Samsung. Fokus utama kali ini adalah peningkatan bukaan lensa (aperture) pada sensor utama 200MP.
| Komponen Kamera | Galaxy S25 Ultra (2025) | Galaxy S26 Ultra (2026) |
|---|---|---|
| Sensor Utama | 200MP (f/1.7) | 200MP (f/1.4) - ISOCELL HP5 |
| Ultra-Wide | 50MP (f/2.2) | 50MP (f/1.9) dengan Autofokus |
| Telefoto 1 (3x) | 10MP | 12MP (Cropped to 10MP for Detail) |
| Periskop (5x) | 50MP (f/3.4) | 50MP (f/2.9) |
| Video Codec | Standard HEVC | APV (Advanced Professional Video) |
Peningkatan dari f/1.7 ke f/1.4 pada sensor utama bukan sekadar angka. Secara teknis, ini meningkatkan asupan cahaya hingga 47%. Hasilnya, fitur Nightography 2026 mampu menghasilkan foto malam hari yang hampir bebas noise tanpa perlu waktu eksposur yang lama.
Samsung memperkenalkan APV (Advanced Professional Video) Codec. Fitur ini memungkinkan perekaman video mentah (raw) dengan kualitas tinggi namun tetap menjaga ukuran file agar tidak membengkak secara ekstrem. Tersedia opsi APV-HQ untuk kualitas maksimal dan APV-LQ untuk penghematan ruang penyimpanan.
Teaser terbaru menunjukkan kemampuan zoom video yang melampaui 10x dengan kejernihan luar biasa. Samsung menggunakan AI-generated background untuk mengisi detail yang hilang saat melakukan zoom digital ekstrem, membuat objek jarak jauh terlihat seperti diambil dari jarak dekat.
Meskipun sensor 200MP tetap digunakan, teknologi binning piksel pada ISOCELL HP5 memungkinkan detail yang jauh lebih baik pada kondisi HDR tinggi dibandingkan sensor generasi sebelumnya.
Satu hal yang jarang disorot adalah integrasi "Neural Noise Reduction Protocol" terbaru pada One UI 8.5. Berbeda dengan noise reduction biasa yang sering menghaluskan tekstur kulit secara berlebihan, protokol ini bekerja di level sub-pixel untuk mempertahankan tekstur alami sambil menghilangkan bintik hitam (grain). Selain itu, Samsung Galaxy S26 Ultra kini mampu merekam video 8K 30fps tidak hanya di lensa utama, tetapi juga di lensa periskop 5x dan ultra-wide, sebuah standar baru bagi konten kreator profesional.
Galaxy S26 Ultra bukan sekadar penyempurnaan kecil. Dengan bukaan lensa yang jauh lebih lebar dan sistem video profesional, Samsung secara agresif mengincar pasar sinematografi mobile. Bagi Anda yang mengutamakan kualitas foto malam hari dan fleksibilitas video, perangkat ini adalah standar emas di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved