Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA awal tahun 2026, dunia digital diguncang oleh rilis data masif yang dikenal sebagai File Epstein Library. Ini bukan sekadar kumpulan dokumen biasa, melainkan arsip digital raksasa yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) sebagai tindak lanjut dari Epstein Files Transparency Act.
Info Penting: Rilis Januari 2026 mencakup lebih dari 3,5 juta halaman PDF, 180.000 foto, dan 2.000 video yang kini dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui portal resmi.
Departemen Kehakiman AS telah membangun portal khusus untuk menampung data berukuran terabyte ini. Berikut adalah aspek teknis yang perlu Anda pahami:
Akses utama berada di situs justice.gov/epstein. Sangat disarankan untuk hanya menggunakan sumber ini guna menghindari risiko serangan siber dari situs cermin (mirror) yang tidak terverifikasi.
Sistem menerapkan Age Verification Gateway. Pengguna harus mengonfirmasi bahwa mereka berusia 18 tahun ke atas sebelum diberikan akses ke repositori dokumen mentah.
| Jenis Dokumen | Jumlah Estimasi | Format File |
|---|---|---|
| Halaman Dokumen | 3.500.000+ | PDF (OCR Ready) |
| Foto/Gambar | 180.000 | JPG/PNG (Redacted) |
| Video Bukti | 2.000+ | MP4/MOV |
Tantangan utama dari 3,5 juta dokumen adalah kemampuan pencarian. Banyak dokumen asli berupa hasil pindai manual yang sulit dibaca mesin. Komunitas teknologi independen seperti Jmail.world menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis AI untuk mempermudah publik menelusuri data tersebut.
Dengan antarmuka menyerupai Gmail, pengguna dapat mencari kata kunci spesifik, menandai dokumen penting, hingga memfilter percakapan email berdasarkan pengirim dan tanggal secara real-time.
Bagi publik Indonesia, dokumen berkode EFTA00129111.pdf menjadi sorotan. Dalam file tersebut, terdapat catatan perjalanan dan foto yang menunjukkan Jeffrey Epstein berada di kawasan Ubud, Bali. Selain itu, log penerbangan digital mencatat penggunaan layanan maskapai nasional untuk beberapa rute internasional, meskipun tidak ditemukan bukti aktivitas ilegal di wilayah tersebut dalam dokumen yang dirilis.
Waspadalah terhadap link palsu yang beredar di media sosial. Seringkali, penjahat siber menyisipkan malware atau spyware dalam file PDF palsu untuk mencuri data pribadi Anda. Selalu gunakan perangkat dengan sistem keamanan yang diperbarui saat membuka file dari sumber publik.
Link resmi hanya tersedia di situs Departemen Kehakiman AS: www.justice.gov/epstein.
Anda bisa menggunakan fitur pencarian di portal resmi atau memanfaatkan alat indeksasi pihak ketiga seperti Jmail.world yang sudah menggunakan teknologi AI.
Mengunduh dari situs resmi (.gov) umumnya aman. Hindari mengunduh dari link yang dibagikan secara anonim di forum atau grup chat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved