Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Roblox Diselidiki Belanda: ACM Luncurkan Investigasi Ketat Terkait Keamanan Anak dan Konten Berbahaya

Media Indonesia
31/1/2026 19:45
Roblox Diselidiki Belanda: ACM Luncurkan Investigasi Ketat Terkait Keamanan Anak dan Konten Berbahaya
Ilustrasi(Dok Istimewa)

OTORITAS Konsumen dan Pasar Belanda (Authority for Consumers and Markets atau ACM) secara resmi meluncurkan investigasi menyeluruh terhadap platform gim global, Roblox. Langkah tegas ini diambil menyusul kekhawatiran yang kian memuncak terkait kegagalan platform dalam melindungi jutaan pengguna di bawah umur dari konten berbahaya dan praktik eksploitasi digital.

Investigasi yang diumumkan pada Jumat (30/1) ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 12 bulan. Fokus utama ACM adalah meninjau kepatuhan Roblox terhadap Digital Services Act (DSA) Uni Eropa, sebuah regulasi ketat yang mewajibkan platform digital untuk menerapkan langkah-langkah proporsional demi menjamin keselamatan dan privasi anak di bawah umur.

Fokus Utama Investigasi: Predator dan Konten Seksual

Dalam pernyataan resminya, ACM menyoroti beberapa celah keamanan fatal yang menjadi dasar penyelidikan ini:

  • Paparan Konten Tidak Pantas: Laporan mengenai anak-anak yang terpapar gim bermuatan kekerasan ekstrem dan materi seksual eksplisit.
  • Ancaman Predator Seksual: Adanya temuan mengenai orang dewasa "berniat jahat" yang menggunakan fitur obrolan (chat) untuk menargetkan dan memmanipulasi anak-anak (grooming).
  • Teknik Pembelian Menyesatkan: Penggunaan desain antarmuka manipulatif yang mendorong anak-anak melakukan pembelian dalam gim (microtransactions) tanpa persetujuan orang tua yang jelas.

"Platform ini kerap menjadi sorotan berita karena kekhawatiran akan gim kekerasan atau seksual yang dapat diakses oleh anak di bawah umur," tegas juru bicara ACM. Jika terbukti melanggar DSA, Roblox Corporation terancam sanksi berat berupa denda administratif yang signifikan atau perintah pengikatan hukum untuk merombak sistem keamanan mereka.

Respons Roblox dan Konteks Regulasi Eropa

Menanggapi langkah ACM, juru bicara Roblox menyatakan bahwa perusahaan "sangat berkomitmen untuk mematuhi UU Layanan Digital Uni Eropa". Pihak Roblox juga menekankan bahwa mereka telah mulai menerapkan sistem verifikasi usia berbasis pengenalan wajah (facial recognition) di Belanda sejak Desember 2025 untuk membatasi komunikasi antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak dikenal.

Langkah Belanda ini bukanlah insiden terisolasi di Eropa. Sebelumnya pada tahun 2024, ACM telah menjatuhkan denda sebesar €1,1 juta kepada Epic Games (pembuat Fortnite) atas praktik toko item yang dinilai mengeksploitasi kerentanan anak-anak. Selain itu, Belanda dan Belgia tetap menjadi negara dengan aturan paling ketat di dunia terkait mekanisme loot boxes berbayar, yang dikategorikan sebagai perjudian ilegal.

Bagi para orang tua di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat krusial untuk terus memantau aktivitas digital anak, mengingat fitur dan risiko yang ada di Roblox bersifat global dan tidak terbatas pada satu wilayah negara saja.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya