Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Awal tahun 2026 menjadi periode yang cukup berat bagi tim IT dan pekerja profesional. Alih-alih mendapatkan peningkatan performa, pembaruan kumulatif Windows 11 versi 23H2 (KB5073455) dan versi 24H2/25H2 (KB5074109) justru membawa serangkaian bug kritis yang mengganggu fungsionalitas inti perangkat.
| Fitur Utama | Sebelum Update (Desember 2025) | Sesudah Update (Januari 2026) |
|---|---|---|
| Koneksi Remote Desktop | Lancar tanpa kendala kredensial. | Gagal autentikasi pada Azure & W365. |
| Manajemen Daya (Shutdown) | Normal dan responsif. | Restart otomatis (Bug Secure Launch). |
| Aplikasi Outlook Classic | Proses tertutup sempurna. | Membeku di background (Ghost Process). |
Masalah paling krusial ditemukan pada paket KB5074109. Banyak pekerja remote melaporkan bahwa mereka tidak lagi dapat terhubung ke infrastruktur perusahaan melalui Remote Desktop atau Azure Virtual Desktop. Masalahnya terletak pada regresi autentikasi di mana jendela permintaan kredensial (credential prompt) gagal muncul atau langsung tertutup dengan pesan kesalahan.
Bagi perusahaan yang bergantung pada Cloud PC atau Windows 365, bug ini secara teknis memutus akses karyawan ke alat kerja utama mereka, yang mengakibatkan hilangnya jam kerja secara signifikan di seluruh dunia.
Pengguna Windows 11 versi 23H2 menghadapi masalah unik namun menjengkelkan. Setelah menginstal KB5073455, perangkat yang mengaktifkan fitur System Guard Secure Launch menolak untuk mati. Saat pengguna memilih opsi 'Shut Down', PC justru melakukan restart secara otomatis.
Hal ini tidak hanya menguras baterai bagi pengguna laptop, tetapi juga berisiko merusak komponen perangkat keras jika pengguna langsung mencabut daya secara paksa karena frustrasi. Microsoft mengonfirmasi bahwa konflik terjadi antara protokol keamanan baru dan sistem manajemen daya ACPI.
Bagi pengguna ekosistem Microsoft Office, pembaruan ini membawa gangguan pada Outlook Classic. Pengguna melaporkan bahwa setelah menutup aplikasi, proses outlook.exe tetap berjalan di latar belakang (ghost process). Akibatnya, saat pengguna mencoba membuka kembali Outlook, aplikasi tidak merespons atau memunculkan pesan bahwa program sudah berjalan.
Satu-satunya solusi sementara adalah dengan membuka Task Manager dan mematikan proses tersebut secara manual setiap kali aplikasi ditutup, sebuah langkah tambahan yang sangat mengganggu ritme kerja cepat.
shutdown /s /t 0 untuk memaksa sistem berhenti secara aman.Meskipun penuh dengan bug, pembaruan ini sebenarnya membawa misi penting yang sayangnya tertutup oleh masalah teknis.
Update Windows 11 Januari 2026 adalah pengingat bagi para profesional untuk selalu memiliki strategi cadangan sebelum melakukan pembaruan sistem. Jika pekerjaan Anda sangat bergantung pada Remote Desktop atau Outlook, sangat disarankan untuk memastikan patch perbaikan KB5077744 sudah terinstal sebelum melanjutkan aktivitas kerja Anda. (Telset.id/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved