Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Bukan Inflasi, Ini Biang Keladi Harga Laptop dan HP Makin Mahal di 2026

Muhammad Ghifari A
18/1/2026 20:10
Bukan Inflasi, Ini Biang Keladi Harga Laptop dan HP Makin Mahal di 2026
Kelangkaan chip memori global akibat ledakan AI mengancam kenaikan harga laptop dan smartphone di 2026.(Freepik)

MEMASUKI awal 2026, industri semikonduktor global menghadapi krisis kelangkaan chip memori yang paling serius dalam satu dekade terakhir. Krisis ini bukan sekadar gangguan siklus, melainkan perubahan struktural yang diperkirakan akan menekan harga perangkat elektronik hingga setidaknya 2027.

Dampaknya jelas produsen terjepit, konsumen menanggung beban.

Mengapa Harga Memori Meroket?

Akar masalahnya terletak pada ledakan infrastruktur AI global. Perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Google, Meta, dan Amazon menyerap pasokan memori dalam jumlah masif untuk kebutuhan pusat data dan komputasi AI.

Situasi ini memaksa tiga produsen memori terbesar dunia, Samsung, SK Hynix, dan Micron, mengubah arah produksi. Fokus mereka bergeser dari RAM dan SSD kelas konsumen ke produk ber-margin tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM) untuk server AI.

Akibatnya, pasokan memori “umum” untuk laptop dan smartphone menyusut drastis, sementara harganya melonjak tajam.

Dampak Langsung pada Pasar Laptop (PC)

Jika Anda berencana membeli laptop baru di 2026, bersiaplah menghadapi kenaikan harga yang sulit dihindari. Industri PC kini berada dalam kondisi yang kerap disebut sebagai perfect storm.

Vendor besar seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS telah mengisyaratkan kenaikan harga kontrak komponen sebesar 15-20%. Di saat yang sama, tren “AI PC” mendorong kebutuhan RAM minimal 16GB hingga 32GB.

Ironisnya, ketika kebutuhan RAM meningkat, pasokannya justru makin mahal dan terbatas. Produsen pun dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual, memangkas margin keuntungan, atau menurunkan spesifikasi di tengah tuntutan performa yang lebih tinggi.

Dalam skenario terburuk, analisis IDC memperkirakan pasar PC global bisa terkontraksi hingga 8,9%, dengan rata-rata kenaikan harga jual (ASP) mencapai 8% jika krisis berlanjut.

Tekanan Berat di Pasar Smartphone

Pasar smartphone, terutama Android, tak luput dari tekanan. Selama bertahun-tahun, konsumen dimanjakan dengan fitur flagship di kelas menengah. Namun, tren ini berpotensi berakhir di 2026.

Pada ponsel kelas menengah, komponen memori menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya material. Dengan lonjakan harga chip, vendor nyaris tak punya ruang manuver: harga jual naik, atau fitur lain yang dikorbankan.

Apple dan Samsung relatif lebih tahan berkat kontrak jangka panjang. Meski demikian, model flagship 2026 kemungkinan besar tidak mengalami peningkatan RAM, tetap di 12GB alih-alih naik ke 16GB.

Sebaliknya, merek dengan margin tipis seperti Xiaomi, Transsion, Realme, dan Oppo diprediksi akan merasakan dampak paling besar, baik dari sisi harga maupun spesifikasi.

Kesimpulan

Tahun 2026 menandai berakhirnya era memori dan penyimpanan murah. Kenaikan harga teknologi kini bukan dipicu lonjakan permintaan konsumen, melainkan keterbatasan pasokan akibat prioritas industri terhadap AI.

Bagi konsumen dan perusahaan, satu hal menjadi jelas, siklus penggantian perangkat akan semakin panjang, dan harga lebih mahal harus dibayar untuk spesifikasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. (IDC Global/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya